Berita Terkait
03/09/2010BI Harus Tegas Batasi Ekspansi Bank Malaysia02/09/2010BI Tetap jadi Sarang Penyamun Sampai Kiamat?27/08/2010Ditolak 4 Fraksi, Balas Sebar Isu Busuk? 27/08/2010Penegak Hukum di Mata Rakyat Posisinya Sangat Rendah26/08/2010Ekonomi RI Tumbuh Karena Hot Money26/08/2010Dituding Lemahkan KPK, Bambang Cs Merasa Disudutkan26/08/2010BPOM Wajibkan Produk Berlabel Indonesia?25/08/2010Ampuni Koruptor Turunkan Trust Luar Negeri pada RI24/08/2010PKS: Koruptor, Aulia Pohan Tak Layak Dapat Remisi24/08/2010SBY Meniru Habibie Soal Pemberian Grasi?
moreBerita Lainnya
08/09/2010SMC Desak Obama Cegah Pembakaran Qur'an08/09/2010Jenderal AS Ingatkan Risiko Pembakaran Quran06/09/2010Inilah Tulisan Kolonel TNI AU yang Kritik SBY05/09/2010Hasyim: Pemimpin Jangan Hanya Lakukan Pencitraan Diri03/09/2010SBY Dukung Pemindahan Ibukota01/09/2010Isi Lengkap Pidato SBY Soal Malaysia31/08/2010Meksiko Pecat 10% Anggota Polisi30/08/2010Ganti Film Upin-Ipin dengan Si Unyil29/08/2010Fidel Castro Tuding Osama bin Laden Agen CIA28/08/2010Oposisi Malaysia Kecewa atas Sikap Konfrontatif Najib
Senin, 01/03/2010 | 09:47 WIB

United Overseas Bank (UOB) milik Singapura berencana untuk menggabungkan PT UOB Indonesia dengan PT Bank UOB Buana untuk menciptakan sebuah bank dengan asset senilai Rp33.43 triliun.
Menurut brosur yang diterbitkan pagi ini, Bank UOB Buana akan menjadi entitas yang dikedepankan dengan total asset senilai Rp33.43 triliun dengan ekuitas senilai Rp 6.09 triliun.
Setelah merger, UOB Buana hanya akan mempunyai 215 cabang. UOB Buana dikabarkan menghasilkan keuntungan bersih mencapai Rp443.9 miliar tahun lalu, naik dari Rp321 miliar di tahun 2008. Sementara itu, UOB Indonesia membukukan net profit Rp278 miliar tahun lalu, naik dari Rp226 miliar di tahun 2008. (Id-today/002)
Komentar


