Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat tertegun sejenak mendengar Mars TKI yang dinyanyikan oleh puluhan oleh Calon TKI asal Lampung, yang akan bekerja ke Malaysia.
"Saya memperhatikan bait demi bait lagu yang adik-adik nyanyikan. Bagus tapi ada yang tidak disebutkan," ujar Jumhur saat menghadiri pelepasan 100 TKI asal Lampung di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (18/2).
Jumhur memuji bait lagu yang dinyayikan calon TKI, yang mendorong mereka agar betul-betul bekerja untuk mencari nafkah yang halal buat keluarga dan masa depan yang lebih baik.
"Kalian melanglang buana meski keluarga terpisah di tanah air.
Bukan sekedar mencari uang untuk keluarga. Tetapi lebih dari itu adik-adik telah berjasa dalam menghidupkan perekomian Indonesia," tegasnya.
Kepala BNP2TKI itu mengingatkan, uang itu ada jodohnya, yaitu para pedagang di desa-desa. "Jadi,uang yang adik-adik kirimkan telah menghidupkan usaha kecil dan menengah dan menciptakan lapangan kerja baru. Adik-adik adalah penyelamat ekonomi Indonesia," tegasnya.
Atas nama pemerintah, Kepala BNP2TKI menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga atas jasa para TKI kepada bangsa dan negara.
Dia menyebutkan, kini terdapat sekitar 6,5 juta TKI yang bekerja di luar negeri. Ini berarti ada 6,5 juta pengangguran yang telah teratasi dan sekitar 30 jutaan orang terhidupi dari kiriman uang para TKI di luar negeri.
Kepala BNP2TKI berpesan agar para TKI tidak hidup boros, "Utamakan menabung, disiplin dan mau bejar terus. Dan yang terpenting jaga nama baik keluarga, agama, bangsa dan negara," katanya.
Jika hari libur, Jumhur meminta para TKI sebaiknya membeli buku tentang kewirausahaan di toko buku Malaysia. Paling sekitar 10 ringgit atau sekitar Rp 20 ribu.
"Dengan membeli buku, adik-adik kelak bisa menjadi pengusaha dan menghasilkan jutaan rupiah. Manfaat waktu luang dengan membaca buku dan kegiatan produktif lainnya seperti menghadiri kegiatan keagamaan," pesan Jumhur.
Pada kesempatan itu, Jumhur menunjukkan buku "Seratus TKI Sukses" yang diterbitkan BNP2TKI. Buku ini di antaranya mengupas kisah mantan TKI yang kini menjadi wakil Bupati di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pengusaha rempeyek di Yogjakarta, dan pengusaha roti di Medan.
"Bila adik-adik hemat menabung dan mau belajar, kalian bisa sukses seperti 100 TKI Sukses ini," ujar Jumhur.(bnp2tki)


