
Lampung (BNP2TKI) - Ribuan peluang kerja ditawarkan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) kepada pemerintah daerah Provinsi Lampung. Sektor perawat, perkebunan, dan konstruksi bisa menjadi kebijakan baru dalam penempatan TKI formal.
"Adalah Indah bila TKI asal Lampung bisa bekerja di sektor formal," ungkap Kepala BNPTKI, Moh Jumhur Hidayat pada kesempatan beramah-tamah dengan Wagub Lampung, Joko Umar Said dan Jajarannya di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (18/2).
Menurut Jumhur, BNP2TKI banyak menerima tawaran peluang kerja sector formal untuk sector perawat, konstruksi, pemetik buah dan tenaga skill lainnya. “Kami harapkan, pemerintah Provinsi Lampung bisa mengambil bagian dari tingginya permintaan dunia akan TKI kita,” anjur Jumhur.
Jumhur menuturkan, penempatan TKI formal ini dari sisi pendapatan dan perlindungan hukummnnya jauh lebih dari dari TKI sector rumah tangga. “Sayagembira dan pemda Lampung memberi perhatian khusus kepada TKI formal, termasuk dalam hal menyediakan anggaran untuk pelatihan TKI,” tutur Jumhur.
Jumhur mengungkapkan kiriman uang TKI ke daerah merupakan dana fresh yang berakibat pada multi effect kehidupan ekonomi. Pada kesempatan itu, Jumhur juga memberitahukan bahwa di Lampung sudah da Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI). Dengan adanya P4TKI urusan TKI bisa dilakukan di Lampung tanpa harus ke kantor BP3TKI di Palembang yang letaknya berjauhan.
Kepala BNP2TKI mengharapkan adar pemerintah Lampung memprogramkan penempatan TKI ke luar negeri di sector formal. Dicontohkannya, di Malaysia, TKI asal NTB sudah dikenal karena banyak yang bekerja di perkebunan Johor. “Saya mengharapkan TKI Lampung bisa mendominasi pekerjaan di pabrik elektronik di Malaysia,” harap Jumhur.
Kepada Kepala Disnaker dan jajaran terkaitnya,Jumhur mengarapkan agar sosialisasi tentang bagusnya perlindungan TKI di pabrik bisa ditingkatkan. "Kami harapkan sosialisasi TKI yang bekerja di pabrik bisa diakukan secara insentif.Sektor ini nomor wahid (baca: satu) dalam hal perlindungannya disbanding sektor rumah tangga," tegas Jumhur.
Mendengar harapan Kepala Disnaker Lampung, Setiato, Kepala BNP2TKI mengatakan bahwa pemerintah tengah menegosiasi dengan negara penempatan TKI rumah tanggi di luar negeri untuk memberikan pilihan TKI tinggal di luar rumah majikan (live out system). “Negara Uni Emirat Arab juga sudah memikirkan sistem penamnpungan TKI di luar majikan,” ujar Jumhur. (zul)


