Banner space (950x60)
 
Bookmark and Share
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
go-jakarta.com
BCA Jamin Tak Ada yang Tahu PIN ATM Nasabah
lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]
Senin, 08/02/2010 | 16:48 WIB
BCA Jamin Tak Ada yang Tahu PIN ATM Nasabah

Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjamin tidak ada karyawan ataupun kalangan internalnya yang mengetahui PIN nasabah. PIN nasabah sifatnya rahasia. "Perlu kami tegaskan, PIN nasabah bersifat rahasia. Oleh karena itu, karyawan BCA dan internal BCA tidak ada satupun yang dapat mengetahui PIN nasabah," jelas manajemen BCA dalam keterbukaan informasinya ke Bursa Efek Indonesia, Senin (8/2).

Penegasan tersebut disampaikan setelah Mabes Polri menahan satu orang supervisor Bank Central Asia (BCA) cabang Bandung berinisial AS dalam kaitan pembobolan rekening nasabah. Polri pun mengembangkan kemungkinan AS melakukan kejahatan serupa terhadap kartu kredit.

BCA menjelaskan, AS merupakan staf marketing Kantor Cabang Kartu Kredit Bandung. Namun tidak disebutkan apakah AS merupakan staf tetap ataupun tenaga outsource. "Kasus yang melibatkan staf yang bersangkutan sejauh ini tidak ada hubungannya dengan kasus skimming kartu ATM yang terjadi di Bali. Untuk penanganan kasusnya, kami telah serahkan ke pihak berwajib," demikian penjelasan dari BCA.

Kasus pembobolan dana nasabah dengan modus pencurian data selain di Bali juga melibatkan tenaga kerja outsource untuk Bank Danamon yang juga berinisial AS.

BCA Targetkan Kredit UMKM Rp 3,3 Triliun di 2010
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menargetkan penyaluran kreditnya di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebanyak Rp 3,3 triliun di tahun 2010. Sampai dengan tahun 2009, total kredit UMKM BCA mencapai Rp 23 triliun. "Kita tergetkan penyaluran kredit di sektor UMKM sebesar 15% di tahun 2010 atau mencapai Rp 3,3 triliun," ujar Kepala Divisi Bisnis Kecil dan Menengah, Haryono Wongsonegoro usai penandatanganan kerjasama BCA dan BCA Finance di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin (8/2).

Ia mengatakan, komposisi kredit UMKM dominan diberikan untuk kredit modal kerja. "Fokusnya memang di kredit modal kerja, yang mencapai 80%," ujar Haryono. Untuk suku bunganya, lanjut dia, saat ini berada di posisi 13%. Rencananya, suku bunga tersebut masih bisa diturunkan tergantung situasi dan kondisi. Menurutnya, suku bunga itu bisa turun ke 12,5%.

Haryono juga mengatakan, selain kredit UMKM, kredit di sektor otomotif sendiri pada tahun 2010 ditargetkan tumbuh hingga Rp 3 triliun. "Untuk kredit otomotif, kita harapkan akan tumbuh sebesar Rp 3 triliun tahun ini. Kita bekerjasama dengan dealer-dealer dan perusahaan multifinance salah satunya BCA Finance. Tetapi memang portofolionya lebih besar di kendaraan jenis mobil," ucapnya.

Untuk kendaraan jenis motor, rencana BCA untuk mengakusisi perusahaan multifinance khusus membiayai motor juga masih dalam pembicaraan. "Saat ini belum selesai, yang jelas saat ini kita fokus untuk pembiayaan motor dengan mengadakan kerjasama bersama dealer-dealer motor," tandasnya. (*/dtc/ika)

Banner space (468x60)
 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: