
Serangan Balik Istana untuk Pansus Century
PENGUSUTAN kasus Bank Century kini mulai menampakkan dimensi politik yang vulgar. Setelah dihantam oleh isu pemakzulan, kini pihak Istana nampaknya mulai melancarkan serangan ke pansus Century dengan jurus yang lain, yaitu isu pengempalangan pajak. Hal tersebut misalnya terlihat dari pernyataan Denny Indrayana, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, HAM, dan KKN. Ia menyatakan bahwa politisasi kasus Century kemungkinan didalangi para pengemplang pajak.
Menurut Denny, ribut-ribut politik terakhir terkait Century merupakan pertarungan lanjutan Pemilu 2009. Lantas, Staf Presiden SBY ini pun berkilah dengan mengatakan bahwa masalah Century dipolitisasi dan dibelokkan menjadi senjata politik untuk menjatuhkan pemerintah. Menurutnya, Kelompok-kelompok yang tidak puas dengan hasil pemilu ataupun kecewa dengan pembagian kekuasaan pasca pemilu, terus mengupayakan peningkatan daya tawar politik untuk mendapatkan posisi dan kekuasaan.
Isu pajak ini muncul setelah sebelumnya juga muncul isu reshuffle kabinet untuk para anggota koalisi SBY yang kritis di pansus Century. Tetapi nampaknya perombakan kabinet tersebut tak membuat gentar para koalisi. Golkar dan PKS secara tegas menyatakan tak takut dengan perombakan kabinet tersebut. Politisi Partai Golkar dan juga anggota pansus Century Bambang Soesatyo misalnya menanggapi dingin “ancaman” Demokrat untuk melakukan reshuffle kabinet tersebut. Senada dengan Golkar, PKS juga nampaknya tidak bergeming dengan sikap Demokrat tersebut. Politisi PKS Fahri Hamzah melihat sikap kritis dalam membongkar skandal Century justru merupakan sikap sejati dari partai koalisi. Mereka pun tak gentar dengan isu perombakan kabinet.
Tetapi isu pengemplangan pajak yang dilontarkan oleh orang Istana tersebut mungkin membuat Golkar sedikit ketar ketir. Hal tersebut terutama berkaitan dengan citra Partai Golkar di masyarakat. Lalu Mara Stariawangsa, Wasekjen Partai Golkar, dalam hal ini meminta kepada Denny untuk tidak mengalihkan isu Century ini kepada isu pengemplangan pajak. Kuat dugaan apa yang diungkapkan oleh Denny adalah serangan kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai pemilik Group Bakrie yang namanya tertera sebagai penunggak pajak dalam daftar Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan.
Bagaimana dengan partai lain. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini sedang mengusut tuntas dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Goeltom. Dugaan suap ini telah menyeret politisi PDI-P Dudhie Makmun Murod. Dan hari ini, Politisi senior PDI-P Panda Nababan diperiksa KPK. Diduga kasus tersebut diungkap sebagai serangan untuk PDI-P, karena diperkirakan ada beberapa orang PDI-P yang terlibat. Apakah isu pengemplangan pajak dan pengusutan beberapa kasus yang kini sedang ditangani KPK seperti dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Goeltom di atas, adalah permainan Istana untuk membungkam kasus Century? (Boy M)
