Banner space (950x60)
 
Bookmark and Share
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
go-jakarta.com
Faisal: Century 'Dendam' Kekuatan Bisnis Besar
lokasi: Home / Berita / Nasional / [sumber: Jakartapress.com]
Senin, 08/02/2010 | 09:27 WIB
Faisal: Century 'Dendam' Kekuatan Bisnis Besar

Jakarta – Menjelang Pansus Century DPR mengeluarkan keputusan, para simpatisan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melakukan pembelaan. Setelah Denny Indrayana mengarahkan “tudingan” bahwa pihak pengemplang pajak yang mengkriminalisasi Sri Mulyani, kini giliraan pengamat ekonomi Faisal Basri “membentengi” sang Menkeu yang katanya dianggap sebagai wanita "bersih dan reformis" itu. Hah?

Faisal Basri yang dikenal dekat dengan Sri Mulyani pun secara tak langsung menggulirkan isu/opini bahwa ramainya kasus Century sekarang ini bisa saja dipolitisasi oleh pihak yang memiliki kekuatan bisnis dan akses politik yang besar. "Kalau saya sederhana saja, dalam pengusutan kasus ini, saya rasa perlu adanya antisipasi-antisipasi, mungkin saja dalam hal ini ada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman sehingga menimbulkan reaksi negatif terhadap bergulirnya kasus Century ini," ujar Faisal Basri, Senin (8/2).

Selain itu, kemungkinan adanya serangan balik juga bisa saja terjadi. Apalagi jika melihat dari urutan ceritanya, kasus yang terjadi di tahun 2008 ini sempat tergelam. Tiba-tiba muncul kembali dan semakin memanas dengan arahan tuduhan yang berbeda.

"Serangan balik mungkin saja terjadi, tapi apakah itu asal dari pengemplang pajak, saya tidak bisa pastikan tapi mungkin saja, dan jika memang serangan balik itu terjadi, mungkin dilakukan oleh suatu kelompok yang memiliki kekuatan bisnis dan mempunyai akses politik yang cukup besar," tambah Faisal Basri yang juga dikenal sebagai "teman sejati" Boediono (Wapres) ini.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden bidang Hukum, Denny Indrayana menduga kelompok-kelompok yang punya masalah hukum atau tidak taat membayar pajak (pengemplang pajak) berada di balik kisruhnya masalah ini. "Pejuang antikorupsi selevel Boediono dan Sri Mulyani justru dikriminalkan. Padahal, amat mungkin yang mendesain justru adalah kelompok-kelompok yang punya masalah hukum, tidak taat membayar pajak," kata Denny.

Menanggapi ucapan Denny Indrayana tersebut, anggota Pansus Century DPR dari Golkar, Bambang Soesatyo yakin pernyataan Staf Presiden SBY itu ditujukan kepada Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie yang juga pemilik Bakrie Group disebut sebagai salah satu “penunggak pajak” yang namanya terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan pimpinan Sri Mulyani. “Ya (ucapan Denny) ini orang sudah tahu, arahnya ke mana, pasti kepada ketua umum kami (Bakrie). Jadi penasihat Presiden jangan berbuat keliru,” papar Bambang.

Jangan Alihkan Isu
Ucapan Denny Indrayana soal politisasi kasus Century kemungkinan didalangi para pengemplang pajak dikecam kubu Aburizal Bakrie. Denny diminta tidak mengalihkan isu Century ke hal-hal lain yang tidak penting. "Kita jangan mengalihkan perhatian. Proses Pansus Century sudah sangat terbuka dan terang benderang," kata Wakil Sekjen Partai Golkar, Lalu Mara Satriawangsa, Senin (8/2).

Menurutnya, rakyat sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi di kasus Century. Orang dekat Ical ini meminta Denny agar mengikuti saja prosedur yang ada. "Saudara Denny jangan mengalihkan isu. Bila yakin tidak bersalah ya maju jelaskan saja. Jangan menuding kiri dan kanan," serunya sembari meyakini bila Pansus bertujuan mengungkap kebenaran. "Tidak berpretensi menjatuhkan orang atau memakzulkan," imbuhnya.

Denny memang tidak menyebut langsung siapa pihak-pihak yang mengemplang pajak itu. Namun mengingat posisi Aburizal Bakrie sebagai Ketum Golkar, dan partai beringin sebagai salah satu motor pansus, kuat dugaan salah satunya mengarah ke Aburizal Bakrie. Pada Minggu (7/2), Denny Indrayana menyatakan, "Pejuang antikorupsi selevel Boediono dan Sri Mulyani justru dikriminalkan. Padahal, amat mungkin yang mendesain justru adalah kelompok-kelompok yang punya masalah hukum, tidak taat membayar pajak."

Data dari Ditjen Pajak per 1 Februari, 10 penunggak pajak adalah:

   1. Pertamina (Persero) : Surat Paksa
   2. Karaha Bodas Company LLC : Penyanderaan
   3. Industri Pulp Lestari : Blokir Rekening
   4. BPPN : Surat Paksa
   5. Kalimanis Plywood Industries : Penyitaan
   6. Bakrie Investindo : Surat Paksa
   7. Bentala Kartika Abadi : Surat Paksa
   8. Daya Guna Samudra Tbk : Pelelangan
   9. Kaltim Prima Coal : Surat Paksa
  10. Merpati Nusantara Airlines : Surat Paksa

(*/dtc/ika)

Banner space (468x60)
 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam:
 
RE:Faisal: Century 'Dendam' Kekuatan Bisnis Besar 
Senin, 08/02/2010 | 23:47 WIB, oleh JeKa
 
Ya ya ya. Jurnalis di jakartapress ini memang 'berimbang' dan 'obyektif'. Tulisan Rina Deweright dipercaya, tuduhan dari LSM Bendera dijadikan fakta, tapi kalau dugaan adanya pihak2 tertentu yang bermain di belakang kasus Century seperti yang dikatakan SMI dan pendukungnya dikatakan bohong tanpa diselidiki atau dianalisa. Hmmmm.
 
Komentar ke : 1 - 1 | Total : 1 | Halaman :