
Surabaya - Sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Arek Jatim mendesak Wakil Presiden (Wapres) Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani non aktif dari jabatannya. Keduanya dianggap paling bertanggungjawab atas terjadinya skandal Bank Century yang merugikan negara.
Desakan non aktif Boediono dan Sri Mulyani tersebut disuarakan para mahasiswa itu dalam unjukrasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (14/1). "Tak ada pilihan lain, Boediono dan Sri Mulyani non aktif agar proses pengusutan skandal Century berjalan lancar," kata Ahmad Faiz Khudlarie, Humas Aliansi Arek Jatim.
Aksi besar-besaran seribu massa ini melibatkan mahasiswa dari berbagai elemen. Yakni, BEM Unair, BEM ITS, EM UB, Bem UMS, KAMMI Surabaya, KAMMI Malang, KAMMI Jombang dan FSLDK. Mereka secara serentak demo di depan Grahadi untuk menyampaikan tuntutan Boediono dan Sri Mulyani non aktif.
Hal itu bisa dilihat dari spanduk dan poster yang mereka bawa, serta selebaran yang disebarkan ke masyarakat dan pers. Beberapa lembar spanduk besar bertuliskan "Aliansi Arek Jatim Tuntut Tuntaskan Century, Jangan Biarkan Mereka Bungkam".
Lebih menyengit lagi kalimat yang tertulis di poster. Hampir semua poster yang dibawa pendemo isinya menyudutkan Boediono dan Sri Mulyani. Seperti, Turunkan Boediono-Sri Mulyani, Sri Mulyani-Boediono Pembobol Century, Skandal Century Perselingkuhan Sri M-Boediono dan Pansus Century Yang Kompak Boy.
Selain menuntut non aktif Boediono dan Sri Mulyani, Aliansi Arek Jatim juga mendesak aparat hukum (KPK, Kejagung dan Polri) untuk segera mengusut tuntas skandal Century dan optimalkan masa kerja pansus tanpa melibatkan kepentingan politik.
"Penyidikan Pansus Century sangat ironis. Terkesan berbelit-belit, tidak fokus, bahkan ada kecenderungan mengarah pada politik transaksional. Apalagi, koalisi pemerintah di legislatif yang begitu dominan," ujarnya.
Kondisi tersebut, tambahnya diperparah ketika Boediono dan Sri Mulyani yang paling bertanggungjawab terhadap kebijakan ini masih dibayang-bayangi kekuasaan dan jabatan politik yang masih melekat sehingga mau tidak mau mempengaruhi proses penguatan fakta yang sebenarnya.
"Belum lagi, aparat hukum berjalan ditempat, terpana menunggu hasil penyidikan pansus. Padahal, penyelesaian ahukum skandal Century juga menjadi program 100 hari SBY-Boediono. Melihata fakta itu, kami pesimis pengusutan skandal Century bisa tuntas," jelas Presiden BEM Unair ini. (Mb)
Keterangan foto: Seribu mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Arek jatim demo menuntut Boediono dan Sri Mulyani non aktif di depan Grahadi, Surabaya, Kamis (14/1) sore.
Jumat, 15/01/2010 | 13:25 WIB, oleh ahmad memed, aliansi arek jatim
pak boediono cepatlah mundur...
wahai ibu sri mulyani....
istirahatlah menjadi mentri...
Jumat, 15/01/2010 | 12:10 WIB, oleh Pandji R Hadinoto, PKPI
Hidup GEMA REVOLUSI GUSDUR = Grakan Masyarakat Revolusi Gusur Mundur
Paguyuban Kaum Pancasilais Indonesia (PKPI)
| Komentar ke : 1 - 2 | Total : 2 | Halaman : |
