
Fadjroel Rachman, koordinator KOMPAK (Komite Aksi Pemuda Antikorupsi) yang selalu gencar manuntut agar kasus Century dibongkar seterang-terangnya merasa pesimis dengan peran Pansus Hak Angket DPR yang diketuai oleh Idrus Marham. Ia menyatakan bahwa Idrus Marham diduga telah ditugasi untuk mengawal kasus ini agar tidak mneyentuh partai Demokrat dan Tim Sukses. Ia pun akhirnya berharap kepada KPK.
Mantan aktivis militan yang pernah dipenjara di era orde baru ini menilai KPK lebih mampu dari pada Pansus DPR. Berikut wawancara jakartapress.com dengan Fadjroel Rachman disaat aksi Hari Anti Korupsi se-Dunia di Monas (9/12).
Apa pesan yang ingin anda sampaikan kepada publik lewat aksi di Hari Anti Korupsi se-Dunia I sekarang ini?
Pertama kami berhasil mematahkan argumentasi SBY yang mengatakan bahwa pada aksi hari ini akan ada makar terhadap dia. Akan ada penumpang gelap. Semuanya itu fitnah. Jadi, SBY harus meminta maaf. Kami di sini sekali lagi ingin menegaskan bahwa SBY harus meminta maaf karena tuduhannya intimidatif. Sekarang sudah kami buktikan bahwa masyarakat sipil itu beradab. Masyarakat sipil itu sopan. Masyarakat sipil itu mencintai demokrasi dan mencintai indsonesia. Hari ini SBY melihat bahwa aksi ini damai. Bukan meminta maaf kepada KOMPAK, tetapi kepada seluruh rakyat Indonesia .
Apa harapan KOMPAK terkait dengan kasus Bank Century ke depan?
Bila kita memakai istilah SBY, agar tidak ada dusta di antara kita, supaya tidak ada fitnah memfitnah, kami menuntut bahwa kasus ini segera dibuka seterang-terangnya. Yang diinginkan oleh kita adalah kejelasan kemana aliran dana Century tersebut sehingga kita bisa tahu misalnya siapa-siapa saja orang yang menerima dana tersebut.
Soal Pansus Century sendiri gimana tanggapan anda?
Kami kemarin sebenarnya sudah mengucapkan selamat tinggal kepada pansus Idrus Marham. Karena ia diduga ditugaskan mengkanalisasi hasil akhir dari pansus angket. Ia diduga tidak boleh mencari dana yang mengalir kepada Partai Demokrat ataupun dana yang mengalir kepada Tim Sukses SBY. Jadi artinya, pansus bagi kami sudah selesai.
Jadi sekarang anda berharap kepada siapa agar kasus Century ini terbongkar?
Harapannya sekarang kepada KPK. Makanya kemarin KOMPAK datang ke KPK membawa tumpeng yang kita kasih kepada Bibit dan Chanda seraya mengucapkan bahwa pembebasanmu itu tidak gratis. Kalau kami tidak bergerak kamu masih dipenjara kan. Karena itu pesan dari kami kepada KPK adalah berantas korupsi di Indonesia. Lalu bongkar kasus bank Century secara terang benderang sampai tidak ada lagi dusta di antara kita.
Seberapa yakinkah anda bahwa KPK mampu membongkar kasus Century ini?
Harus yakin karena kalau tidak maka tidak ada harapan lagi. Itu merupakan harapan KOMPAK. Hari ini juga sebetulnya adalah gerakan dukungan kepada KPK, bukan dukungan kepada pansus angket. Karena pansus angket sudah selesai. Aksi ini adalah dukungan agar KPK membongkar bank Century. (Boy M)


