RSS
06 Januari 2009
HomeNasionalPilpresPilkadaPartai-PartaiBisnisEnergiIndeks
Tokoh Lainnya
blitzmegaplex
Andi Mallarangeng
lokasi: Home / [Tokoh]
Gambar Tokoh

Andi Alfian Mallarangeng atau yang lebih dikenal Andi Mallarangeng ini lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada 14 Maret 1963. Pengamat politik yang terkenal ini, sekarang menjabat sebagai juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pemimpin redaksi www.presidensby.info, sebuah situs kepresidenan. Ayah pria murah senyum ini adalah seorang walikota Pare-pare. Saat ia masih berusia 9 tahun, ayahnya meninggal dunia. Kemudian ia dibesarkan oleh ibu dan kakeknya. Dahulu kakeknya berhasil membujuk raja-raja di Sulawesi Selatan untuk mendukung dan menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Kakeknya ini mantan Bupati Grobogan (Jawa Tengah ) dan Bone (Sulawesi Selatan). Semangat ayah dan kakeknya ini menjadi inspirasinya tentang keindonesiaan dan perjuangan.

Setelah menamatkan pendidikannya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1986, kemudian pada 1997 ia berhasil meraih gelar doctor of philosophy di bidang ilmu politik dari Nothern Illinois University of Illinois, sebuah kota kecil di Amerika Serikat. Gelar master of science di bidang sosiologi diraihnya juga di universitas yang sama. Cita-citanya menjadi seorang dosen terwujud ketika ia menjadi dosen di Universitas Hasanuddin pada 1988-1999 dan Institut Ilmu Pemerintahan pada 1999-2000. Saat Orde Baru tumbang, terjadi tuntutan reformasi di segala bidang, termasuk pemerintahan yang demokratis dan tidak sentralistik. Andi lalu diminta menjadi anggota Tim Tujuh (1998-1999) yang dipimpin Prof.DR. Ryaas Rasyid untuk merumuskan paket Undang Undang Politik yang baru sebagai landasan bagi pemilu demokratis pertama di era reformasi. Tim Tujuh ini kemudian juga merumuskan Undang-undang Pemerintahan Daerah yang baru, sebagai landasan reformasi sistem pemerintahan dengan desentralisasi dan otonomi daerah.

Ternyata dari sini Andi mulai kian terbawa ke dunia politik. Pada saat menjelang pemilu 1999, ia dipercaya sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), wakil pemerintah. Andi lalu mengundurkan diri dari KPU setelah Kementerian Otonomi Daerah terbentuk. Ia memilih menjadi staf ahli Menteri Negara Otonomi Daerah pada 1999 sampai 2000. Kementerian ini ternyata berusia pendek. Dalam waktu 10 bulan, kementerian ini dibubarkan. Ia kemudian bekerja mengembangkan ide tata pemerintahan yang baik sebagai Chair of Policy Committee pada Partnership for Govermance Reform in Indonesia pada 2000 sampai 2002. Bersama Ryaas Rasyid, ia mendirikan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK) pada 2002. Di PDK ia hanya bertahan selama 2 tahun, lalu memutuskan untuk keluar. Pada Oktober 2004, ia ditunjuk sebagai juru bicara kepresidenan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bertahan hingga kini. Dari pernikahannya dengan Vitri Cahyaningsih, ia dikaruniai 3 orang anak, yaitu Gemilang Mallarangeng, Gemintang Kejora Mallarangeng, dan Mentari Bunga Rantiga Mallarangeng. Andi pernah meraih beberapa penghargaan, yaitu Man of the Year Majalah Matra pada 2002, Future Leader of Asia dari majalah Asia Week pada 1999, Bintang Jasa Utama RI pada 1999, dan Percy Buchman Prize pada 1995.