Yogyakarta - Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali menuai dukungan untuk maju sebagai capres. Dukungan kali ini datang dari Forum Komunikasi Pelangi Nusantara Bersatu. Wadah ini beranggotakan masyarakat Jawa yang bermukim di berbagai propinsi di Indonesia.
Pernyataan dukungan disampaikan kepada Sultan HB X di Kraton Kilen, dan disaksikan 86 anggota dan pengurus Pelangi Nusantara Bersatu dari 21 propinsi di Indonesia. Tampak pula anggota tim sukses Sultan HB X, antara lain Sukardi Rinakit dan Franky Sahilatua.
Ketua Umum Forkom Pelangi Nusantara Bersatu, Dr HM Baryadi SE MM mengemukakan, dukungan diberikan kepada Sultan HB X karena petinggi Kraton Yogya itu dinilai sebagai sosok yang demokratis, jujur dan menjunjung tinggi pluralitas bangsa.
Ditanya wartawan tentang seberapa besar kekuatan yang bisa dikerahkan untuk memenangkan Sultan, Baryadi menyebutkan, rata-rata di setiap propinsi terdapat 30-48% penduduk yang berasal dari Jawa.
Meski banyak dicalonkan sebagai presiden oleh sejumlah partai politik, Sultan HB X menyatakan tidak akan keluar dari Partai Golkar. “Ya, silakan saja mau pasang gambar saya dan menyatakan dukungannya saya maju sebagai calon presiden. Ini boleh-boleh saja. Tapi, saya tidak masuk dalam partai tersebut,” kata Sultan kepada wartawan.
Tentang pencapresan dirinya melalui Golkar, Sultan mengatakan, prediksi sikap akhir Golkar untuk menentukan capresnya saat ini masih tentatif. Bahkan ditengarai masih ada sikap tertutup dan terbuka dari sebagian kader Golkar dalam menentukan capres. Apalagi dalam beberapa poling dirinya justru mengungguli nama ketua umum Golkar Jusuf Kalla.
Diragukan
Hasil survei yang dilakukan Cakrawala Nusantara (CN) Consultant di DIY memang, Sultan HB X meraih elektabilitas 14,55 persen, atau di atas SBY (8,83 persen), Megawati Soekarnoputri (33,66 persen) dan lainnya. Namun prosentase ini masih lebih kecil dari yang memilih untuk golput 46,11 persen. Demikian Direktur Utama CN Consultant, Budi Santoso SH LLM.
Survei yang dilakukan 25 Oktober- 2 November 2008 tersebut juga menempatkan Sultan HB X-Hidayat Nurwahid (saat ini Ketua MPR RI) sebagai pasangan capres-cawapres paling ideal dengan elektabilitas 22,63%. Sedangkan di bawahnya berturut-turut pasangan Megawati Soekarnoputri-Sultan HB X (13,24%), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla (11,64%) dan SBY-Hidayat Nurwahid (4,8%).
Hasil survei CN Consultant tersebut mengundang keraguan pakar politik Fisipol UGM. Drs Bambang Purwoko MA meragukan akan keberhasilan Sultan HB X menuju kursi presiden. ''Logikanya, di DIY mestinya bisa meraup 80% suara,'' kata Bambang.
Bahkan berdasarkan survei itu pula, jumlah pemilih terbesar Sultan HB X berada di Sleman yang mencapai 27,32%. “Padahal dalam konteks politik lokal, basis dukungan Sultan terbesar ada di Bantul. Tapi kenapa di Bantul hanya meraup 19,02% pemilih,” ujar Bambang Purwoko.
Sedangkan capres lainnya, yaitu SBY dan Mega basis dukungan terbesarnya masing-masing berada di Gunungkidul dan Bantul. Sementara itu beberapa tokoh militer seperti Prabowo, Wiranto dan Sutiyoso tidak muncul sebagai alternatif capres dalam survei tersebut. Demikian pula Sutrisno Bachir yang gencar mengiklankan dirinya melalui berbagai media juga tidak muncul.(wok)
| Komentar ke : 1 - 2 | Total : 2 | Halaman : |