RSS
06 Januari 2009
HomeNasionalPilpresPilkadaPartai-PartaiBisnisEnergiIndeks
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
blitzmegaplex
BI Rate Turun Dari 25 bps Jadi 9,25 Persen
lokasi: Home / Berita / Nasional / [sumber: Jakartapress.com]
Kamis, 04/12/2008 | 13:58 WIB - Dibaca 51 Kali
BI Rate Turun Dari 25 bps Jadi 9,25 Persen

Jakarta - Setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan serta prospek ekonomi dan keuangan, baik domestik ataupun global, akhirnya Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) mengambil keputusan untuk menurunkan BI Rate (tingkat suku bunga acuan, red) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 9,25 persen. Keputusan ini diambil pada Rapat Dewan Gubernur BI di Gedung BI, siang tadi (4/12).

Melalui siaran persnya, Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat, Dyah NK. Makhijani, menjelaskan kalau langkah ini diambil mempertimbangkan redanya ancaman inflasi. “Penurunan harga minyak dan berbagai komoditi telah mengurangi tekanan inflasi di dalam negeri,” tulisnya. Dewan Gubernur juga memandang bahwa dampak krisis keuangan terhadap perekonomian global semakin nyata, ini terlihat para prediksi pertumbuhan ekonomi dunia 2009 yang melorot dari 3,0 persen ke 2,2 persen. Target inflasi 2009 sebesar 6,5 persen sampai 7,5 persen diperkirakan akan tercapai dan bahkan terbuka kemungkinan untuk mendekati batas bawah. Untuk mengatasi permasalahan segmentasi di Pasar Uang Antar Bank (PUAB), BI juga memutuskan menurunkan tingkat bunga fasilitas pinjaman harian perbankan melalui transaksi repo dari BI Rate plus 100 bps menjadi BI Rate plus 50 bps, sekaligus menyesuaikan FASBI Rate dari semula BI Rate minus 100 bps menjadi BI Rate minus 50 bps.

"Dengan mempertimbangkan perkembangan perekonomian domestik tersebut,  keputusan untuk menurunkan BI Rate ke level 9,25 persen diharapkan dapat menjaga gairah di sektor usaha di tengah melesunya perekonomian global, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi," sebut Dyah. Penurunan ini merupakan yang pertama kalinya sejak Desember 2007. Pasar sebenarnya tak menyangka adanya penurunan BI Rate, menyusul pernyataan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Goeltom, pada Rabu (3/12) yang mengatakan bahwa akan merupakan kekeliruan besar menurunkan suku bunga saat angka inflasi tetap tinggi.(fh)

 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: