
Jakarta – Calon presiden (capres) independen, Yuddy Chrisnandi, nampaknya tidak menyia-nyiakan undangan Dewan Integritas Bangsa (DIB) untuk mengumumkan “kabinet bayangannya” jika ia nanti terpilih menjadi presiden dalam pemilu 2009. Sebelum silaturahmi DIB dan pada capres 2009-2014 di Gedung Joang 45, Jakarta, ia mengumumkan 4 calon wakil presiden (cawapres) dan 17 kandidat menteri dalam kabinet Pembaharuan Indonesia jika ia terpilih nanti. Pengumuman tersebut disebarkan melalui secarik kertas. 4 orang cawapres yang disiapkan Yuddy, yaitu Pramono Anung, Anies Baswedan, Sri Mulyani Indrawati, dan Yenny Wahid. Sedangkan 17 kandidat menteri, yaitu Gumilar R Sumantri (Menteri Pendidikan Nasional), Jose Rizal (Menteri Kesehatan), Raden Pardede (Menteri Keuangan), Dradjad Wibowo (Menteri Perindustrian), Muhammad Lutfi (Menteri Perdagangan), Sandiaga S Uno (Menteri Koperasi UKM), Tjatur Sapto Edy (Menteri Energi ESDM), Jumhur Hidayat (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi), Chalid Muhammad (Menteri Kehutanan dan KLH), Hajriyanto Y Thohary (Menteri Agama), Fadjroel Rahman (Menteri Dalam Negeri), Marty Natalegawa (Menteri Luar Negeri), Effendi Choirie (Menteri Pertahanan), Chandra M Hamzah (Jaksa Agung), Usman Hamid (Menteri Hukum dan HAM), Budiman Sudjatmiko (Menteri Pertanian), dan Angelina Sondakh (Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya).
"Sengaja saya memasukkan nama-nama yang masih muda. Dan ini akan saya sampaikan kepada DIB," kata Yuddy (4/12). Selain Yuddy, ada 5 kandidat capres independen lainnya yang hadir, yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono X, Fadel Muhammad, Taufiqurrahman Ruki, Rizal Ramli, dan Marwah Daud Ibrahim. Tema acara ini sendiri adalah silaturahmi Dewan Integritas Bangsa dengan para capres 2009-2014.
Dewan Integritas Bangsa (DIB) dideklarasikan pada 6 Agustus 2008. Dewan ini dideklarasikan oleh 7 organisasi kepemudaan lintas agama yang terdiri dari Pengurus Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama, Pemuda Muhammadiyah, DPP GAMKI, PP Pemuda Katolik, DPP Gemabudhi, DPN Peradah Indonesia, GEMAKU dan 1 organisasi swadaya masyarakat, yaitu Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak). Tujuan utama pembentukan Dewan Integritas Bangsa adalah sebagai wahana kebersamaan untuk menggulirkan perubahan budaya, dari budaya yang haus kekuasaan, jabatan, dan uang berangsur-angsur menjadi budaya yang mendorong terwujudnya Integritas Bangsa. DIB dipimpin oleh Sholahuddin Wahid. Ke depan, DIB akan melakukan konvensi bagi para capres. "Kami akan menerima sejumlah tokoh yang bersedia untuk ikut sejumlah kegiatan DIB yang disebut sebagai konvensi untuk menghasilkan sepasang capres dan cawapres alternatif," ujar Gus Sholah. (fh)