RSS
06 Januari 2009
HomeNasionalPilpresPilkadaPartai-PartaiBisnisEnergiIndeks
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
blitzmegaplex
Pengikut PKB Gus Dur Ditampung di Gatara
lokasi: Home / Berita / Partai-Partai / [sumber: Jakartapress.com]
Kamis, 04/12/2008 | 09:12 WIB - Dibaca 269 Kali
Pengikut PKB Gus Dur Ditampung di Gatara

Jakarta – Nampaknya, akibat kalangan orang-orang PKB kubu Muhaimin dianggap bandel, akhirnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendirikan ormas baru untuk menampung pendukung setianya. Didukung sejumlah tokoh politik nasional, Gus Dur mendeklarasikan Gerakan Kebangkitan Rakyat (Gatara) di Wahid Institute, Jakarta, kemarin (3/12). Acara ini dihadiri Akbar Tandjung, Rizal Ramli, Sutiyoso, Hariman Siregar, Mochtar Pakpahan, dan sejumlah kolega Gus Dur. "Melalui wadah ini, diharapkan para ulama, kiai, habib, kaum nahdliyin atau warga NU, dan masyarakat umum mampu memberikan sumbangsih terhadap proses demokratisasi politik dan penegakan hukum di Indonesia ," kata putri Gus Dur, Yenny Wahid, saat membacakan deklarasi.
 
Oleh karena itu, seru Sekjen DPP PKB Kubu Gus Dur ini, kekuatan pendukung Gus Dur bisa disatukan dan diarahkan melalui satu komando yang bernama Gatara. Menurut Yenny, Gatara berkomitmen untuk meneguhkan NKRI, mempertahankan, dan mengamankan Pancasila serta UUD 1945 sebagai pedoman berbangsa dan bernegara. Dalam naskah deklarasi yang dibacakan Direktur Eksekutif The Wahid Institute Yenny Wahid, Gus Dur menegaskan, perjuangan bangsa Indonesia mencapai cita-cita proklamasi masih jauh dari harapan. “Pembangunan politik, ekonomi, social, dan budaya yang telah dilakukan masih diwarnai praktik-praktik pengingkaran terhadap nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, dan demokrasi,” tegas Gus Dur.

Selain itu, menurut Gus Dur, juga telah terjadi berbagai tindakan yang berpotensi menciderai hakikat demokrasi. Proses pengambilan keputusan hanya didasarkan pada prosedur demokrasi yang hanya dikendalikan segelintir elit tanpa memperhatikan substansi demokrasi, yakni kedaulatan di tangan rakyat. Oleh karena itu, kata Gus Dur, diperlukan sebuah gerakan nasional dari berbagai komponen yang masih memiliki komitmen terhadap tegaknya demokrasi. “Untuk mencegah terabaikannya aspirasi dan suara rakyat oleh tindakan pragmatis para elit yang hanya mendahulukan kepentingan mereka sendiri,” katanya. Deklarasi pendirian Gatara dibacakan oleh putri Gus Dur Yenny Wahid sementara visi-visi organisasi baru yang berlambang mirip Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dibacakan oleh Lalu Misbah. ”Pada saat warga PKB kebingungan mau ke mana menyampaikan aspirasinya, Gus Dur mendeklarasikan Gatara,” ulasnya. Menurutnya, organisasi baru bernama Gatara ini berkomitmen untuk maju dan bangkit bersama elemen yang lain berdasarkan prinsip-prinsip keagamaan, kebangsaan dan kejuangan yang terbuka, dan demokratis. Deklarasi ini juga ditandai dengan menekan sirine oleh Gus Dur sebagai Pemimpin Gatara dan pelepasan burung merpati sebagai simbol kebebasan dan keterbukaan.

Gus Dur menyatakan, Gatara didirikan untuk menampung berbagai aspirasi yang disampaikan kepadanya. ”Selama ini tidak ada gerakan penyambung. Banyak yang menyatakan begini dan begitu tapi tidak jelas tujuannya apa,” kata Gus Dur usai memencet sirine. Ketika dikonfirmasi wartawan, Gus Dur membantah anggapan bahwa Gatara kelak akan menjadi partai. Meski demikian, Gus Dur mengakui bahwa pendukung Gatara adalah massa pendukungnya di PKB. "Ini bukan partai, ini adalah gerakan dari seluruh aspirasi pendukung PKB yang ada di daerah-daerah," kilah mantan ketua umum PBNU ini. (ARI)

 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: