Jakarta - Semakin dekat menghadapi pemilu 2009, nampaknya persaingan antarpartai politik kian gencar. Kalau iklan SBY bersaing dengan iklan Megawati, kini gagasan Partai Hanura mendirikan adanya "Pos Wiranto" disaingi oleh simpatisan Partai Gerindra yang membentuk "Gardu Prabowo". Widjono Hardjanto sebagai Ketua Umum "Gardu Prabowo" beralasan, wadah tersebut berfungsi sebagai suatu gerakan moral yang bertujuan untuk mendukung dan memberikan pencitraan positif serta simpati masyarakat kepada Prabowo. Pihaknya akan bekerja maksimal agar Prabowo bisa terpilih pada Pilpres 2009.
"Lahirnya Gardu Prabowo ini bukan untuk mengultuskan Prabowo Subianto, melainkan sebagai wadah untuk mengakomodasi kekuatan rakyat yang sehaluan dengan Partai Gerindra yang mengusung beliau sebagai calon Presiden RI 2009–2014," seru Widjono usai deklarasi Gardu Prabowo di TMII, Jakarta , Senin (1/12). Sebagaimana diketahui, "POS" Wiranto adalah singkatan Pusat Operasi Penggalangan dan Sosialisasi (POS) untuk memenangkan mantan Menhankam/Penglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. Sedangkan "Gardu" adalah singkatan dari "Gabungan Rakyat Dukung" memenangkan mantan Pangkostrad/Danjen Kopassus Letjen (Purn) Prabowo Subianto menuju Kursi RI-1 juga.
Lain halnya, PKS gencar menyiapkan Pos Wanita Keadilan. Sedangkan tim sukses nasional capres SBY mendirikan Relawan SBY. Pihak PDI-P membentuk Mega Center, dan tim capres Sri Sultan Hamengku Bowono X memproklamirkan Tim Laskar Pelangi untuk pemenangan Raja Jawa ini. Menurut Widjono, "Gardu Prabowo" adalah sebuah organisasi berbasis komunitas sebagai gerakan moral dan simpati kepada Prabowo Subianto. Organisasi ini akan mendukung penuh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang mengusung Prabowo Subianto sebagai capres.
"Hal ini merupakan bukti nyata dari keinginan, partisipasi aktif, serta dukungan masyarakat, yang bersifat mandiri dan proaktif untuk memuluskan dan mengantar Prabowo Subianto menjadi pemimpin bangsa," jelasnya.
Ketua Umum "Gardu Prabowo" ini menegaskan, tidak ada jalan lain bagi segenap elemen masyarakat yang menginginkan perubahan dan pemimpin baru, selain mendukung Partai Gerindra sebagai kendaraan politik menuju kursi presiden. Pihaknya menginginkan adanya perubahan dan pemimpin negara yang kuat, cerdas, dan berwibawa. "Kami rindu pemimpin yang tegas berpihak pada kepentingan rakyat dan ikhlas mengorbankan hidupnya demi kejayaan Indonesia ," tegasnya. Sementara Prabowo Subianto dalam sambutannya mengingatkan pentingnya mengembalikan kejayaan rakyat dan kemandirian bangsa. "Kita pernah menjadi bangsa yang berjaya. Dan kejayaan itu hanya bisa dilakukan dengan mengembalikan kesejahteraan rakyat," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini. (ARI)
| Komentar ke : 1 - 1 | Total : 1 | Halaman : |