RSS
06 Januari 2009
HomeNasionalPilpresPilkadaPartai-PartaiBisnisEnergiIndeks
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
blitzmegaplex
500.000 Ton Gas Tangguh Dialihkan Untuk Pupuk
lokasi: Home / Berita / Energi / [sumber: Jakartapress.com]
Senin, 01/12/2008 | 17:30 WIB - Dibaca 56 Kali

Jakarta – Kepala BP Migas Priyono menjelaskan, alokasi gas dari lapangan Tangguh, Papua, yang semula untuk pembeli Jepang yaitu Tohoku, akan dialihkan ke industri pupuk di dalam negeri. Jumlah gas yang dialihkan sekitar 500 ribu matrik ton per tahun.

Menurutnya, tim negosiasi Indonesia memang tidak berhasil mencapai titik temu harga yang pas dengan pembeli dari Jepang ini. Tohoku merasa harga yang ditawarkan Indonesia terlalu tinggi, sehingga mereka menekan harga yang lebih murah lagi.
 
"Ya mungkin dari sisi mereka (Tohoku) harganya ketinggian, jadi dia minta murah terus. Jadi gas yang Tokyo mungkin akan dialihkan ke pabrik pupuk. Sebab pemerintah memang perlu dibantu, dan yang diminta untuk diprioritaskan harus pupuk," ungkap Priyono usai rapat tertutup antara Komisi VII DPR dengan BP Migas dan BPH Migas di gedung DPR, Jakarta , Senin (1/12).

Untuk harga gas yang dialokasikan ke dalam negeri, kata Priyono, harganya akan lebih murah dibanding harga ekspor. "Yang jelas lebih murah dari Exxon tapi lebih baik dari harga yang lalu karena mereka berani beli harga market. Yakni sekitar  4-5 dolar AS per mmbtu,"  tegasnya.
 
Sementara untuk gas yang akan dibeli Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebanyak 350 ribu matrik ton hingga saat ini masih dalam  proses negosiasi. Produksi LNG tangguh sendiri sebanyak 7,45 juta matrik ton per tahun dialokasikan untuk Fujian ( China ) 2,6 juta matrik ton per tahun dalam jangka waktu 25 tahun. Kemudian, untuk Posco (Korsel) 550 ribu matrik ton per tahun selama 20 tahun, dan Sempra (AS) sebanyak 3,7 juta matrik ton per tahun selama 20 tahun, serta Kogas (Kores) 1 juta matrik ton per tahun. (ARI)

 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: