RSS
06 Januari 2009
HomeNasionalPilpresPilkadaPartai-PartaiBisnisEnergiIndeks
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
blitzmegaplex
Tokyo Batal Beli Gas Tangguh
lokasi: Home / Berita / Energi / [sumber: Jakartapress.com]
Senin, 01/12/2008 | 13:44 WIB - Dibaca 52 Kali

Jakarta – Tokyo Ga , perusahaan gas asal Jepang, membatalkan pembelian gas sebanyak 500.000 ton per tahun dari Lapangan Tangguh, Papua, yang berasal dari pengalihan pembeli Sempra , AS. Hal ini diungkapkan Deputi Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Djoko Harsono sebelum rapat dengar pendapat tertutup dengan Komisi VII DPR di Senayan, Senin (1/12).

Menurutnya, Tokyo Gas batal membeli gas Tangguh karena harga yang terlalu tinggi. "Mereka (Tokyo Gas) mengundurkan diri karena harganya dinilai terlampaui tinggi," jelas Deputi Kepala BP Migas sembari menambahkan, perusahaan asal Thailand , PTT juga membatalkan pembelian gas Tangguh tersebut.

Ia menatakan, pemerintah akan mengalihkan rencana penjualan ke Tokyo Gas itu ke pembeli domestik yakni pabrik pupuk dan pembangkit listrik. Pembeli potensial domestik antara lain pabrik pupuk PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan PT Pupuk Kaltim (PKT), serta pembangkit listrik yang dikelola PT Indonesia Power di Bali.

Disebutkan, alokasi ke pabrik pupuk dari rencana sebelumnya ke Tokyo Gas adalah sebesar 200.000 ton per tahun dan pembangkit Indonesia Power 300.000 ton per tahun.

Sebelumnya, pemerintah juga merencanakan pengalihan 300.000 ton per tahun dari pengalihan Sempra ke PIM dan PKT. Pengalihan gas ke PIM dan PKT direncanakan dilakukan melalui mekanisme pertukaran (swap). Mengenai harga, dilakukan secara bisnis (B to B). "Pemerintah akan melakukan intervensi harga gas apabila diperlukan," tandas Djoko.

Tapi berdasar kontrak, lanjutnya, harga gas pengalihan harus lebih tinggi dibandingkan kontrak ke Sempra. Sesuai kontrak, volume pengalihan kontrak diperbolehkan maksimal mencapai 50 persen dari kontrak atau 1,8 juta ton per tahun. Sebanyak satu juta ton sudah dibeli Kores Gas (Kogas), perusahaan gas asal Korsel.

Sebelumnya, Kepala BP Migas Priyono juga sudah lebih dulu mengungkapkan bahwa salah satu calon pembeli gas jatah Sempra yang dialihkan (diversion), Tokyo Gas, menyatakan membatalkan pembelian. Menurutnya, pembatalan pembelian gas itu disebabkan perusahaan trading energi asal Jepang tersebut bangkrut. ''Mereka sudah menginformasikan ke kami,'' kata Priyono.

Sebelumnya, Tokyo Gas bersama Kogas Korea dan perusahaan migas PTT dari Thailand berminat untuk membeli jatah diversion gas Tangguh dari Sempra dengan total volume 1,85 juta ton per tahun. Tapi, lanjutnya, hingga kini yang menyelesaikan negosiasi baru Kogas. Mereka membeli gas Tangguh 1 juta ton per tahun dengan harga sekitar USD 16 per MMBTU. ''Negosiasi selesai. Tinggal finalisasi,'' tandasnya.

Sementara PTT Thailand tidak melanjutkan negosiasi karena tak bisa memenuhi harga kompetitif yang disyaratkan BP Migas. Namun, menurut Priyono, saat ini justru ada pembeli gas Tangguh baru, yakni Tohoku. Perusahaan energi asal Jepang tersebut menyepakati kontrak pembelian 200.000 ton per tahun. (ARI)

 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: