RSS
06 Januari 2009
HomeNasionalPilpresPilkadaPartai-PartaiBisnisEnergiIndeks
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
blitzmegaplex
Hasil Akhir Transaksi Bakrie&Brothes - Northstar
lokasi: Home / Berita / Energi / [sumber: Jakartapress.com]
Minggu, 30/11/2008 | 14:50 WIB - Dibaca 109 Kali

Jakarta – Northstar akan masuk ke Bumi melalui pengambilalihan asset yang dijaminkan senilai US$575 juta oleh BNBR ke Oddickson Finance.  BNBR sebelumnya sudah melunasi US$200 juta, sisanya akan dilunasi akhir Desember ini. Keputusan itu dibuat dalam rapat tadi malam yang berlangsung hingga pukul 23.00WIB di Gedung Wisma Bakrie II di Kawasan Kuningan, Jakarta.

Presiden Direktur BNBR Nalinkant Amratlal Rathod mengatakan BNBR telah menyelesaikan perjanjian kerja sama sebagai mitra strategis dengan Northstar. Yang terpenting adalah pengambilalihan utang Oddickson sebagai buyout arrangement untuk mengambil alih kolateral aset BBNR terhadap Oddickson. Setelah pengambilan asset berupa saham tersebut, Northstar nantinya akan menguasai sebagian saham PT Bumi Resource Tbk. “Saya belum bisa menyebutkan berapa porsi kepemilikan Northstar di Bumi, tetapi Northstar dan Bakrie menjadi pengendali saham di perusahaan batu bara itu. Kami akan membuat perusahaan patungan dengan Northstar untuk menguasai Bumi” ujarnya dalam jumpa pers kemarin malam.

Melalui layanan pesan singkat kemarin, Patrick Walujo, pendiri Northstar Pacific menjelaskan Northstar memahami bahwa porsi saham Bumi yang dimiliki BNBR, saat ini sudah tidak mencapai 35%, karena sebagian besar sudah dilepas ke pasar oleh kreditur-krediturnya. Kemungkinan saham yang akan Northstar ambil antara 10% hingga 20%.
 

Awal Transaksi
Transaksi antara BNBR dengan Northstar terjadi pada tanggal 31 Oktober 2008. Transaksi ini diawali pada saat Northstar memenangkan penawaran pembelian 35% saham BUMI, senilai US$1,3 miliar mengalahkan penawaran San Miguel (Filipina) dan Tata Group (India).

Perjanjian yang disepakati merupakan perjanjian exclusive, dimana BNBR tidak dapat menawarkan lagi ke pihak lain. Northstar mempunyai kekuatan hukum apabila ada pihak lain yang ingin bernegosiasi dengan BNBR.

Dalam perjanjian yang disepakati BNBR tidak memiliki opsi buyback. Selain itu, Northstar Pasific memiliki kewajiban untuk menyelesaikan proses uji tuntas (due diligence), dan BNBR memiliki kewajiban menyediakan 35% saham Bumi yang dimilikinya dalam kondisi free and clear, atau tidak dalam kondisi digadaikan kepada pihak lain.

 
Kemunculan Pihak Ke-3 Dalam Transaksi

Selama menyelesaikan due diligence, transaksi antara BNBR dan Northstar diwarnai dengan kehadiran pihak ke-3, yang tiba-tiba ingin ikut membeli saham Bumi. Pihak ke-3 yang diberitakan muncul dalam transaksi ini merupakan perusahaan besar dan ternama, seperti San Miguel, George Soros , dan Trimex .

San Miguel, merupakan sebuah perusahaan makanan dan minuman terbesar di Filipina. Perusahaan ini dikabarkan akan mebeli 52% saham Bumi seharga US$ 2 miliar dengan memberikan opsi buy back selama 5 tahun pertama.

George Soros, pengusaha Yahudi yang sukses menggalang dana melalui berbagai perusahaan bisnis keuangannya. Soros dikabarkan ikut membeli saham BUMI melalui Arch Coal Inc. Ia telah membeli 2,9 juta lembar saham Arch Coal Inc melalui Soros Fund Management LLC.

Sumitomo Energy, merupakan afiliasi dari Grup investasi raksasa asal Jepang, Sumitomo. Sumitomo Energy dikabarkan telah menyiapkan dana US$ 500 juta untuk memborong saham BUMI melalui dua broker asing dan lokal.

Trimex, perusahaan investasi dari Timur tengah kemungkinan besar akan mengambil alih saham BUMI. Trimex melalui JV dengan perusahaan RAK mineral dan Metals Investments dan di-backing oleh perusahaan United Arab Emirated, telah menyediakan dana US$ 1,5 miliar untuk investasi di Indonesia.


Permasalahan yang Muncul

Selain diwarnai dengan issue kemunculan pihak ke-3, transaksi antara BNBR juga diwarnai dengan adanya beberapa issue mengenai 1) Rencana Bumi untuk menerbitkan surat utang jangka menengah (Medium Term Notes/MTN) sebesar Rp6 Triliun, adapun dana hasil MTN ini akan digunakan untuk buy back Bumi; 2) Keputusan Bumi untuk membeli kembali (buy back) saham mereka sebesar Rp8 Triliun, sumber dana yang digunakan berasal dari kas internal Bumi dan pinjaman dari beberapa investor; dan 3) Intervensi pemerintah dalam pencabutan terhadap pencabutan suspend saham Bumi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dimana sesaat setelah saham Bumi diperdagangkan di bursa, kemudian muncul perintah dari pemerintah untuk mensuspend kembali saham Bumi.

Jatuhnya Harga Bumi di Perdagangan

Selama berlangsungnya due diligence, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI turun hebat. Penurunan saham BUMI makin sulit dicegah dan merupakan harga terendah dalam tiga tahun terakhir. Apalagi ketidakjelasan informasi yang diberikan BNBR, menimbulkan sentimen negatif terhadap saham Bumi.

Harga saham Bumi yang dulu sempat menjadi saham favorit di lantai bursa, Juni lalu mencapai harga tertinggi Rp 8.550 turun hingga Rp 2.175 pada 7 Oktober lalu saat di suspend di Bursa Efek Indonesia. Saham ini baru diperdagangkan kembali pada 5 November lalu. Setelah terus turun menjadi Rp 640, harga sahamnya kembali naik dan kini mencapai Rp 1.010 per lembar.(Indrika)

 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: