RSS
06 Januari 2009
HomeNasionalPilpresPilkadaPartai-PartaiBisnisEnergiIndeks
Berita Terkait
Belum terdapat berita yang terkait...
moreBerita Lainnya
blitzmegaplex
Krisis Ancam Ekspor Kertas Rugi US$ 5,3 Miliar
lokasi: Home / Berita / Bisnis / [sumber: Jakartapress.com]
Jumat, 28/11/2008 | 13:10 WIB - Dibaca 55 Kali

Jakarta - Krisis global diperkirakan terus menggerus nilai ekspor kertas dan produk turunannya. Akibat terbatasnya pasokan bahan baku, ekspor kertas dan turunannya bisa merugi hingga US$ 5,3 miliar selama 2 tahun pada 2009 dan 2010."Gelombang PHK juga diperkirakan akan terus berlanjut pada dua tahun mendatang sebagai akibat dari penurunan aktivitas operasional produksi," jelas Direktur Eksekutif Greenomics, Elfian Effendi, dalam siaran pers di Jakarta , Jumat (28/11).

Potensi kerugian tersebut bisa diminimalisir dengan membuka pasar ekspor alternatif, memperbesar segmentasi pasar domestik, mengerem impor komoditi kertas dan produk turunannya yang masih bisa dipasok dari domestik, serta menjamin pasokan bahan baku secara berkelanjutan. Sementara ia memperkirakan jika pemerintah memberlakukan pembatasan impor terhadap komoditi kertas dan produk turunannya, baik berupa produk konsumsi maupun bahan baku penolong, impor yang bisa direm paling maksimal mencapai US$ 1,41 miliar selama 2009-2010. Dicontohkan, data Departemen Perdagangan menunjukkan, Indonesia mengimpor komoditi kertas bekas sebesar US$ 417 juta pada 2007. Kertas bekas Amerika Serikat tercatat yang terbesar masuk ke Indonesia , diikuti oleh Inggris dan Singapura.
 
"Kebijakan pembatasan impor bisa saja dilakukan pemerintah, sepanjang tidak dianggap sebagai kebijakan proteksi, karena dikhawatirkan produk-produk ekspor Indonesia lainnya (tidak hanya komoditi kertas dan produk turunannya) juga akan dibatasi masuk oleh negara-negara tujuan ekspor, seperti Jepang dan Amerika Serikat," jelasnya.(ARI)

 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: