Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Dr.Rusman Hariawan, hari ini menyampaikan laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III (Juli-September 2008) kepada para wartawan di Kantor Badan Pusat Statistik Jakarta. Dalam laporannya tersebut, BPS menyatakan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan III 2008 meningkat sebesar 3,5 persen terhadap triwulan II (April-Juni 2008). Peningkatan itu terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor pertanian sebesart 6,7 persen dan terendah di sektor jasa sebesar 0,9 persen. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama di tahun lalu (2007), PDB Indonesia tahun ini mengalami pertumbuhan sebesar 6,1 persen, di mana semua sektor mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 17,1 persen dan terendah di sektor pertambangan sebesar 1,6 persen.
Dalam triwulan IV (Oktober-Desember 2008) Indonesia, dan dunia mengalami masa yang sulit akibat dampak krisis global. Menjawab pertanyaan wartawan mengenai sektor apa yang mengalami perlambatan nanti, Rusman menjawab bahwa sektor tekstil dan produk tekstil, kendaraan bermotor, produk perkebunan, serta pertambangan (batubara) adalah yang paling terpengaruh, khususnya sektor tekstil. (Fh)