
Tiga tahun belakangan media pers online seperti berlari kesetananan. Melaju kencang dan melangkahi percepatan informasi media cetak. Coba anda bayangkan ketika media koran hanya bisa; Mencari, mengolah, mengemas berita, dan dalam sekali terbit hanya punya satu berita headline. Sementara media online, dalam sehari mampu memunculkan sekian banyak latest headlines.
Back to basic..! Akhirnya media koran mesti kembali ke fungsi referensialnya, pesan sebagai bahan pustaka. Artinya pemilihan konten tak lagi mesti payah-payah mengejar aktualitas semata, namun berusaha menyajikan informasi yang lebih lengkap saja. Hal ini sudah dilakukan oleh sejumlah media, yang merasa tak mampu mengejar, percepatan sajian aktualitas berita media online. Dengan menggelar sejumlah berita timeless.
Laju pertumbuhan media pers online tak bisa lagi dicegat, seiring dengan 'kegilaan' majunya teknologi informasi dan industri komunikasi. Persaingan produk industri komunikasi, terus memicu melahirkan inovasi produk yang canggih, dan berusaha berempati dengan daya beli publik.
Cina misalnya, dengan pola kebijakan industri yang melibatkan warganya secara massal. Kini seperti dragon yang meliuk, memilin dan mencengkram dunia dengan produk industrinya. Kekuatan Industri negeri sebesar Amerika pun mampu diredam. Sampai-sampai Presiden Obama pun berteriak, "Hey Cina! Stop obral produk anda dengan harga murah!".
Raksasa industri Cina bak gelombang besar, yang terus menggulung sampai ke pelosok dunia mana pun. Dampaknya luar biasa, inovasi teknologi apa pun diserap dan diobral murah kemana-mana. Kini siapa lagi yang tak melenggang dengan telepon selular di tangan, yang mampu dimiliki dengan harga sangat murah? Handphone apa lagi yang tak dilengkapi dengan fasilitas internet? Kini siapa lagi yang tak akrab dengan handset berfasilitas android?
Bisa disimpulkan tak ada lagi sekat, publik menyerap informasi tercepat dan terkini. Semua fasilitas sudah tersedia, dengan cuma sekali sentuh. Negeri Cina lumayan "berjasa" membuat semuanya jadi murah dan publik enjoy.
Ini adalah era internet, geliat perkembangan signifikan pers kini telah berpindah ke ruang maya. Dampak dari fenomena pertumbuhan tersebut, bisa teramati dengan begitu banyaknya investor, yang sudah atau mulai 'buang' duit melahirkan portal news-web yang beragam. Banyak pula yang lebih nyaman menservis kebutuhan informasi publik, dengan media blog yang tersedia gratis.
Gejala "boom" media pers internet pun, mengelitik ruang inovatif sekelompok pekerja pers, yang ingin melahirkan sebuah inovasi news product. Setelah melalui proses yang lumayan panjang dan ruwet, domain www.jakartapress.com pun lahir di antara riak portal news lainnya (sudah menjamur).
Media pers adalah media industri, yang tentu saja butuh profit. Namun ada niat yang lebih dari orientasi laba semata. Yakni niat menyajikan produk inovatif untuk menjawab sebagian kebutuhan publik; Informasi, hiburan, pendidikan, dan kontrol sosial.
Jakartapress.com, sudah kami gelar di dunia maya. Terasa memang di sana sini produk pers ini masih banyak yang belum sempurna. Ini perlu dipahami, karena www.jakartapress.com masih dibalut dengan versi beta, versi percobaan. Pembenahan terus kami lakukan dengan niatan ideal tadi, " berusaha menjawab kebutuhan publik, sesuai dengan spesifikasi dan karakter media Jakartapress.com.."
Fonda Lapod, Pemred www.jakartapress.com