
Jakartapress.com – Sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam dari sabang sampai Merauke. Saat Idul Fitri tiba, hidangan khas selain kue yang disajikan, ada hidangan istimewa yang tidak boleh ketinggalan.
Hidangan ini seolah-olah menjadi hidangan yang menjadi sahnya lebaran. Ya. ketupat lebaran disertai lauk pauk berupa daging ayam atau sapi yang dimasak dengan santan sebagai kuahnya adalah hidangan istimewa tersebut.
Begitu kuatnya tradisi ini tertanam dalam masyarakat muslim, sehingga tidak aneh kalau di lingkungan pegawai ada istilah ‘uang ketupat’ atau uang lebaran.
Kapankah tradisi ketupat lebaran ini dimulai orang dan siapa yang membuat tradisi ini, kita tidak tau lagi. Mengapa hidangan lebaran ini berupa ketupat,bukan nasi kuning, nasi uduk atau nasi liwet? Mengapa juga daging yang dijadikan lauknya dimasak dengan santan bukan dengan digoreng atau dipanggang dijadikan satai? Tentunya hal ini bukan secara kebetulan, tetapi karena punya arti tersendiri.
Menurut orang-orang tua dahulu.ketupat lebaran merupakan pelajaran yang bersifat lambang dari Idul Fitri dan halal bihalal. Ketupat berasal dari suku kata Kupat, artinya mengaku lepat atau mengakui kesalahan. Sementara santan artinya pangan punten,atau meminta maaf. Lengkapnya merupakan peribahasa atau pantun singkat yang berbunyi Kupat kalian santen,sadaya ngaku lepat nyuhunkeun dihapunten (semua mengaku bersalah minta dimaafkan)
Jadi maksud hidangan ketupat dengan santan di lingkungan keluarga adalah permohonan maaf. Istri minta maaf kepada suami, suami kepada istri, anak kepada ornag tua, dan orang tua kepada anak.
Semuanya silih hapunten (saling memafkan). Bila ketupat santan itu diantarkan kepada tetangga-tetangga dan orang-orang tua ialah mengakui semua kesalahan yang pernah dilakukan, baik disengaja atau tidak, baik lahir maupun bathin, dan minta maaf yang sebesar - besarnya.
Kemudian hantaran ketupat santan itu dibalas dengan santan pula, maksudnya disamping memberi maaf atas kesalahan orang, juga minta maaf atas segala kesalahan yang pernah diperbuatnya. [den/n]