top
title

Jakarta, Rok Mini dan Booming Perkosaan


ci

Jakartapress.com - Di ibukota Jakarta, perkara rok mini bukan cerita baru. Pemandangan khas dari wanita-wanita pengguna rok mini, saban hari berseliweran di depan mata kita.

Selain alasan modis atau tren, beberapa perusahaan justru mengharuskan karyawatinya memakai rok mini. Entah karena lebih sedap dipandang mata atau alasan lain, semisal mampu menarik perhatian customer.

Dus, tengok saja karyawan hotel, restoran, pusat perbelanjaan hingga perkantoran ternama. Mereka justru merasa nyaman dan tak ada kesan terpaksa, hingga kejadian perkosaan di dalam angkot belum lama ini.

Ya. Gara-gara seorang karyawati pulang kerja pakai rok mini, lantas diperkosa berandalan di dalam angkot, masalah rok mini menjadi tren.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo tak ketinggalan angkat bicara. Ia meminta agar kaum hawa jangan pakai rok mini. Apalagi jika bepergian menggunakan angkot. Alasannya, biar nggak memancing pelaku pemerkosaan. Nah lo..!

Himbauan ini berbuntut. Sekelompok perempuan yang mengatasnamakan Perempuan Menolak Pemerkosaan melakukan aksi demo di Bundaram HI, (18/9).

Dengan mengenakan rok mini, mereka berorasi dan menyesalkan ucapan Fauzi Bowo yang terkesan menyalahkan perempuan yang memakai rok mini.

Polemik makin panjang. Fauzi Bowo pun minta maaf dan menarik ucapannya. Sementara Front Pembela Islam (FPI), malah mendukung larangan perempuan memakai rok mini.

Makin ruwet kan? Apalagi jika sudah dikaitkan dengan agama. Dan persoalan rok mini akhirnya hanya akan jadi seonggok kisah yang tak berakhir dengan anti klimaks.

Meski akhirnya, pihak Dinas Lalu Lintas Jalan Raya dan Kepolisian, makin gencar melakukan razia angkotan kota, mengingat banyak karyawati yang menumpang angkot, justru mengenakan rok mini.

Namun efektifkan? Sulit terjawabkan. Dan ini yang akan tetap jadi lingkaran setan di kehidupan metropolis, seperti Jakarta.  [noer]


Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com