
Jakartapress.com - Minggu (21/8), di Kramat Pulo Gundul, Johar Baru, Jakarta Pusat, Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Gubrernur Fauzi Bowo akan meresmikan Gedung Putra Fatahillah di atas tanah wakaf keluarga Andi Mapetahang Fatwa alias AM Fatwa, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) atau senator asal DKI Jakarta.
Di lokasi yang sama, Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan akan mencanangkan Gerakan Menanam Satu Miliar Pohon (One Billion Indonesian Trees for the World) di wilayah DKI Jakarta dan Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal akan meresmikan perpustakaan The Fatwa Center.
Gerakan Menanam Satu Miliar Pohon diikuti penanaman simbolik pohon kurma oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Moh Mahfud Md.
Lokasi acara seluas 2.160 m² merupakan tempat berdiam Fatwa sejak tahun 1970-an. “Tempat ini bernilai sejarah bagi saya semasa perjuangan di era Orde Baru,” ujar Fatwa di Gedung DPD lantai 2 Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/8).
Sebagai aktivis politik Islam, dia dipenjara karena kekritisannya di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang oleh Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) Laksamana Sudomo.
Dia merasakan kehidupan penjara antara tahun 1984 dan 1993. Dibebaskan dari penjara, Fatwa aktif di Partai Amanat Nasional (PAN) hingga terpilih menjadi anggota DPR sekaligus Wakil Ketua DPR dari Fraksi Reformasi (FR) sejak Pemilihan Umum (Pemilu) 1999 dan Wakil Ketua MPR sejak Pemilu 2004.
Tahun 1973, Fatwa mendirikan Yayasan Putra Fatahillah yang menaungi pendidikan taman kanak-kanak (TK) Islam, pendidikan guru TK Islam, dan beberapa kegiatan sosial lainnya seperti pengajian Majelis Taklim Sakinah dan pesantren kilat untuk anak-anak di lokasi tersebut.
“Sarana prasarananya sederhana tapi kegiatan pendidikan di sini telah berlangsung sejak tahun 1973. Di sekitarnya tempat berdiam masyarakat yang relatif kurang mampu,” sambungnya.
The Fatwa Center didirikan tanggal 10 Januari 2008. Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) Juwono Sudarsono dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh meresmikan launching-nya tanggal 16 April 2008 di Gedung Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional), Jakarta. “Nama ‘Fatwa’ dalam The Fatwa Center bukan dimaksudkan nama pribadi, tapi ‘Fatwa’ dalam arti message (pesan),” jelasnya.
Pendirian The Fatwa Center juga didukung mantan presiden Bacharuddin Jusuf Habibie. Dalam sambutan tertulisnya, Habibie memuji rumusan visi misi The Fatwa Center kendati berat perjuangan untuk mewujudkannya. “Habibie berharap, The Fatwa Center berperan aktif meningkatkan kualitas peradaban di Indonesia,” ujar Fatwa.
The Fatwa Center menyelenggarakan kegiatan antara lain studi, seminar, publikasi, dan lomba karya tulis. Misalnya, The Fatwa Center menyelenggarakan lomba karya tulis ilmiah remaja bertema kesehatan reproduksi remaja, narkotika, dan akibat pergaulan bebas di kalangan remaja, lomba mading (majalah dinding) antarsekolah menengah atas (SMA), serta menerbitkan The Fatwa Magazine, Tabloid The Fatwa Center, Jurnal Parlemen, dan buku-buku.
“Dalam waktu dekat, kami akan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan politik bagi politisi muda agar praktif politik kita bermoral dan beretika. Sedangkan dalam waktu jauh, kami akan mendirikan sekolah tinggi syariah,” jelasnya. (red)