top
title

Beribadah Dibalik Bayang-bayang Bom


ci

Jakartapress.com - Lagi, bom bunuh diri mengguncang negeri ini. Ketentraman masyarakat kembali terusik. Belum hilang ingatan bom meledak di  Masjid Mapolres Cirebon beberapa waktu lalu, kini bom bunuh diri mengguncang Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/9).

Bom itu meledak usai para jemaat menunaikan kebaktian. Satu orang dikabarkan tewas, dan belasan jemaat lainnya cedera.

Bom bunuh diri di Solo mengguncang rumah ibadah, sama halnya bom di Cirebon yang targetnya serupa; rumah ibadah.

Peristiwa ini bukan tidak mungkin memunculkan kecurigaan terhadap agama tertentu. Malah bukan mustahil, mampu menimbulkan perpecahan.

Karenanya, aparat keamanan harus bisa mengungkapnya secara tuntas untuk menghindari kecurigaan dan ketegangan antar umat beragama.

Apalagi, Bom bunuh diri jelas-jelas suatu tindakan terorisme. Terorisme harus dilawan oleh siapa pun, dan apa pun agamanya. 

Dan hanya beberapa saat setelah bom bunuh diri terjadi, berbagai kelompok agama pun bereaksi. Mereka sama-sama mengutuk keras perbuatan teror itu.

Masyarakat Indonesia yang majemuk, dengan beragam agamanya butuh ketengan dalam beribadah.

Ya. Bom bunuh diri tak sekadar mengusik ketenangan beribadah, namun telah memakan korban dari mereka yang tak berdosa.  [noer]


Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com