
JAKARTAPRESS.COM, JAKARTA - Meski dalam survei yang digelar beberapa lembaga survei menyebutkan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) masih kuat, namun langkah incumbent cukup berat. Foke-Nara dapat kembali pimpin Jakarta jika menang dalam satu putaran.
"Langkah tersebut cukup berat, pasalnya untuk menang dalam satu putaran, Foke-Nara harus berhasil meraih 50 persen suara. Sampai saat ini masih terbuka peluang pemilukada berlangsung dalam dua putaran. Karena kalau untuk menang 1 putaran, Foke harus menang di atas 50 persen," jelas Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, Selasa (1/5/2012).
Rico menyampaikan hasil survei Pemilukada DKI yang dilakukan oleh Media Survei Nasional (Median) yang dilaksanakan pada 22 April sampai 28 April 2012, terhadap 1.500 responden di 5 kotamadya DKI Jakarta, Foke-Nara menjadi pasangan terkuat dengan mengumpulkan 36,5 persen suara. "Data elektabilitas tertinggi diperoleh incumbent dengan perolehan 36, 65 persen. Angka tersebut masih jauh dari persyaratan lebih dari 50 persen sebagaimana tercantum dalam UU Pemilu," jelasnya.
Dia menambahkan, Foke harus menang satu putaran karena jika lebih dari satu putaran, Foke akan terseok-seok memenangi Pemilukada DKI. "Kalau dilakukan dua putaran itu memberatkan Foke. Isu yang berkembang terkait dengan pergantian kepemimpinan di publik itu akan semakin kuat. Apalagi Foke pasti traumatik pada pemilukada 2009 melawan PKS," ucap Rico.
Seperti diketahui dalam survei yang dilakukan Media, pasangan incumbent menduduki peringkat pertama dengan perolehan 36, 65 persen, posisi kedua Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini 18,47 persen, posisi ketiga Joko Widodo dan Basuki T Purnama (Ahok) 17,90 persen, keempat Faisal Basri-Biem Benjamin 4,05 persen, kelima Alex-Nono 3,59 persen, dan Hendardji-Ahmad Riza 1,39 persen.[jkrpss/bay/inilah]