top
channel
JAKNEWS | FEATURED | TERKINI
Rabu, 18 April 2012 - 09:53

Kemenakertrans Kembangkan Perkebunan Sisal


Kemenakertrans Kembangkan Perkebunan Sisal

TERKAIT

Pengembangan perkebunan sisal ini merupakan langkah terobosan untuk meningkatkan pendapatan transmigran dan penduduk sekitar dengan melibatkan investasi dari sektor swasta

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mulai mengembangkan perkebunan Sisal (sisal agave sp.) seluas 5.000 hektar dengan melibatkan sebanyak 1.000 kepala keluarga  Transmigran di unit pemukiman Tongo I dan II Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat.
 
“Pengembangan perkebunan sisal ini merupakan langkah terobosan untuk meningkatkan pendapatan transmigran dan penduduk sekitar dengan melibatkan investasi dari sektor swasta," kata Jamaluddien Malik Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kemenakertrans, dalam keterangan pers di Jakarta, hari ini.
 
Proyek pengembangan sisal agave sp. ini bermitra dengan sebuah perusahaan nasional penanaman modal dalam negeri (PMDN) PT. Pulau Sumbawa Agro yang bekerjasama (joint venture) dengan perusahaan asing dari China, PT Dongfang Sisal Group Co Ltd, dengan kepemilikan saham PT Sumbawa Agro sebesar 75 persen dan PT Dongfeng Sisal Group Co Ltd sebesar 25 persen.
 
Jamaluddien menjelaskan diperkirakan produktivitas sisal agave sp. di Sumbawa Barat mencapai 92 ton pelepah per tahun. Serat sisal ini akan di jadikan tali kapal, karpet, sejadah, topi, sandal, dan bahan tekstil  pengganti kapas. Disamping itu air ampasnya dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat-obatan dan kosmetik.
 
Karena sifatnya yang ramah lingkungan, maka serat sisal masih banyak dipakai dalam industri kertas, karpet, bahkan sebagai penguat pada bahan composite industri otomotif. Brazilia merupakan penghasil sisal terbesar di dunia dengan menyuplai sebanyak 113 ribu ton serat sisal setahunnya.
 
“Dengan dikembangkannnya komoditas sisal agave sp. diharapkan mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp2 juta per hektar per bulan atau Rp24 juta per hektar per tahun. Hal ini setara dengan pendapatan petani kelapa sawit yang terbilang sukses untuk mensejahterakan transmigran di Sumatera dan Kalimantan selama ini," kata Jamaluddien.
 
Ditambahkannya, bibit sisal agave sp. didatangkan dari Guangdong Cina sebanyak 1.000.000 tunas merupakan hasil pembiakan melalui kultur jaringan (tisue culture) oleh PT Dongfang Sisal Group Co Ltd Zhanjiang Guandong Cina.
 
Kebun pembiakan telah dibangun di Tongo Kecamatan Sekongkang Sumbawa Barat. Dan melalui pembiakan ini akan mampu menyediakan anakan sebanyak 11 juta anakan untuk ditanam pada areal perkebunan sisal agave sp. seluas 2.500 hektar.
 
“Nantinya untuk keperluan perluasan kebun hingga 100.000 hektar proses kultur jaringan akan dikembangkan sendiri di Indonesia oleh PT Pulau Sumbawa Agro bekerjasama dengan Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat,” kata Jamaluddien.
 
Sementara itu, Mulyadi Marutokusumo, konsutan dari PT Wiratama ranata Konsultan, menambahkan proyek pengembangan sisal agave sp. ini pada tahap awal meliputi area seluas 3.000 hektar, terdiri atas lahan inti sebanyak 1.000 hektar dan plasma seluas 2.000 hektar. Dengan investasi sebanyak Rp163 milyar terdiri investasi kebun plasma sebanyak Rp84 milyar dan investasi kebun inti beserta pabrik serat sisal sebanyak Rp79 milyar (jakpres)






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com

DMCA.com