
JAKARTAPRESS.COM, JAKARTA - Walau sudah tidak dianggap di koalisi, namun PKS mengingatkan rekan sekoalisinya bahwa dia tetap menjadi bagian koalisi. Hal itu akan tetap sama, sampai ada kata 'talak tiga' dari SBY.
"Saya kira apa yag sudah disampaikan oleh Presiden PKS Luthfi adalah pegangan PKS dan kami tetap di koalisi," terang Ketua DPP PKS Abdul Hakim di Jakarta, Sabtu (14/4/2012).
Menurutnya, PKS masih menunggu SBY menyampaikan langsung kepada Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin. Jika ada keputusan cerai, maka semua kader PKS dipastikan akan menerima putusan tersebut.
Namun selama SBY masih juga tidak berbicara tentang nasib PKS, selama itu pula PKS tetap sah sebagai anggota koalisi. Hal itu tertuang dalam kontrak politik ketika SBY 'mengemis' dukungan PKS sebelum deklarasi pencapresan SBY-Boediono pada tahun 2009.
"Kami tegaskan bahwa kami masih dikoalisi," cetus Abdul lagi.(c/s)