
JAKARTAPRESS, JAKARTA-Agaknya langkah Satgas Antipornografi yang mewacanakan larangan penggunaan rok mini akan mendapat tantangan. Salah satunya dari anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin. Dia mengaku mendapat kabar jika Satgas Antipornografi ini akan melarang penggunaan rok mini.
Kalau itu memang benar?"Saya menyesalkan sikap kerdil Satgas Antipornografi yang berencana membuat aturan tentang panjang rok di bawah lima centimeter," kata artis panas era 1990-an, di Jakarta.
Bagi Nurul, bukan panjang-pendeknya rok yang membuat tindak kekerasan terhadap perempuan utamanya perkosaan menjadi marak. "Jika itu yang dijadikan tolak ukur, betapa keberadaan perempuan selalu jadi target politik pengalihan, sangat tidak substantif dan diskriminatif," sesal Nurul.
Itu justru menaruh iba pada laki-laki yang birahinya hanya diukur dengan panjang-pendeknya ukuran rok perempuan. "Persoalan kekerasan terhadap perempuan bukan semata-semata karena rok mini. Banyaknya persoalan terkait yang membuat hal itu terjadi," katanya.
Menurutnya, yang lebih pokok adalah memberikan pendidikan kepada masyarakat. "Kuncinya ya pendidikan itu. Sekali lagi jangan jadikan perempuan mainan politik yang sifatnya subordinasi dan diskriminasi," ungkap Nurul.(sdh)