
JAKARTAPRESS, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo bertekat untuk mewujudkan bantuan di bidang pendidikan. Meski program peningkatan pendidikan gratis baru akan dilaksanakan tahun depan, namun dia berharap program itu bisa berjalan dengan baik.
Menurut pria yang akrab disapa Foke ini, program peningkatan pendidikan gratis sudah dicanangkan Pemprov DKI, dan baru akan dilaksanakan tahun depan. Oleh karena itu dia berharap siapapun gubernur yang terpilih nanti, bisa melanjutkan program ini, karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI 2012, sudah cukup untuk melaksanakan program itu.
"DKI sebagai Ibukota negara harus mempunyai kualitas sumber daya manusia yang terus meningkat dan program pendidikan Gratis hingga SMA itu sudah dicanangkan, yang dilaksanakan mulai tahun depan. pemerintah pusat baru menerapkan wajib belajar sembilan tahun hingga SMP. APBD DKI 2012 sebenarnya sudah cukup untuk membiayai rencana tersebut," jelasnya.
Dalam APBD 2012 anggaran DKI mencapai Rp 36,02 triliun atau meningkat 13,43 persen dibandingkan dengan APBD 2011 sebesar Rp 31,75 triliun. Pada 2013 nanti, APBD yang diperoleh dari pendapatan daerah ditargetkan dapat mencapai Rp 30,64 triliun. Dengan demikian, kata Fauzi, anggaran pendapatan DKI lebih besar 14,14 persen dibandingkan dengan APBD 2011 sebesar Rp 26,84 triliun.
"Artinya APBD kita cukup kuat untuk membiayai kebutuhan pelaksanaan program wajib belajar selama 12 tahun," katanya.
Saat ini, setiap siswa di DKI dibiayai dana Bantuan Operasonal Sekolah (BOS) sebesar Rp 400.000 per tahun per siswa SD dan Rp 575.000 per tahun per siswa SMP. Untuk dana Biaya Operasional Buku (BOB) setiap siswa SD dan SLTP menerima masing-masing sebesar Rp 720.000 per tahun (SD) dan Rp 1.320.000 per tahun (SMP).
"Sementara untuk setiap siswa SMA, BOP (Biaya Operasional Pendidikan) yang didapatkan sebesar Rp 900.000 per tahun dan siswa SMK sebesar Rp 1,8 juta per tahun," katanya.(bay/inilah)