top
channel

100 Miliar Untuk 'Mendongkrak' Anas


100 Miliar Untuk 'Mendongkrak' Anas

TERKAIT

JAKARTAPRESS, Jakarta - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf mengatakan pihaknya memiliki 23 laporan hasil analisis terkait proyek pembangunan kompleks olah raga Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Salah satunya adalah pengakuan Nazaruddin, Rp 100 miliar mengalir untuk 'mendukung' Anas.

Laporan hasil analisis tersebut, Yusuf menambahkan, termasuk 10 laporan transaksi keuangan mencurigakan yang bersifat pribadi. “Sisanya terkait perusahaan Mr N (M.Nazaruddin),” katanya pada saat rapat kerja bersama Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, di gedung DPR, Senin, 20 Februari 2012.

Yusuf membenarkan di antara transaksi mencurigakan salah satunya transaksi sebesar Rp 100 miliar. Namun, Yusuf enggan merinci transaksi tersebut terkait komisi untuk politikus Demokrat atau bukan.

Anggota Komisi Hukum Bambang Soesatyo mengatakan PPATK harus lebih terbuka agar masyarakat dapat mengawasi kasus korupsi pada proyek Hambalang. “Kalau ada upaya menutupi dari penegak hukum PPATK sebaiknya menyampaikan ke publik,” katanya.

Terdakwa kasus suap Wisma Atlet yang juga bekas bendahara umum Partai demokrat Muhammad Nazaruddin mengaku dana Rp 100 miliar dari proyek Hambalang mengalir ke petinggi Partai Demokrat, salah satunya Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum.

Dana tersebut merupakan uang komisi dari PT Adhi Karya Tbk, pemenang tender proyek Hambalang, kepada petinggi Partai Demokrat yang membantu kemenangan Adhi Karya. Dana tersebut, menurut pengakuan Nazaruddin, digunakan untuk ongkos politik pemenangan Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. (s/inilah.com)






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com