top
channel

Sudah Angkat Tangan, John Kei Ditembak


Sudah Angkat Tangan, John Kei Ditembak

TERKAIT

Jakartapress, Jakarta. Kuasa hukum sekaligus adik kandung John Kei, Tito Refra menyesalkan tindakan polisi saat penangkapan yang disertai penembakan hingga akhirnya tokoh pemuda Maluku itu dirawat di RS Polri Kramatjati. Pasalnya, saat itu John Kei sudah ada statement menyerah, namun tetap ditembak.

Karena itu dirinya beserta keluarga akan melaporkan perihal yang dialami John ke Mabes Polri. "Langkah keluarga akan ada proses hukum, kita akan lapor ke Mabes Polri," tukasnya, saat berada di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur,Sabtu (18/2/2012).

Menurutnya, langkah itu diambil sesuai dengan faktanya dan tidak berandai-andai. Karena sejatinya John sudah menyerah dan tidak semestinya dilumpuhkan timah panas oleh aparat kepolisian.

Sementara itu, Pembina Organisasi Masyarakat Maluku, M. Hatta Renuat juga menyayangkan atas kejadian yang menimpa John pada Jumat (17/2) malam di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur. Saat itu John ditangkap anggota polisi dan ditembak di bagian betis kanannya.

"Saya sebagai pembina organisasi masyarakat, dengan peristiwa ini saya sangat menghawatirkan. Seharusnya, kalau dia salah ya harus melalui surat panggilan, ada aturan mainnya. Kalau dia dikenakan sanksi harus ada suratnya, harus ada jalur hukumnya, jangan ada kesewenang-wenangan. Harusnya ada perintah, buktikan keterlibatan dia," ujar Hatta yang juga sekaligus paman dari John Kei.

Sebelumnya diberitakan bahwa tokoh pemuda asal Maluku itu ditangkap di kamar 501 Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (17/2) kemarin malam. Ia ditangkap bersama seorang artis perempuan di era 90-an berinisial AF. John diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Bos PT. Sanex Steel bernama Tan Hari Tantono alias Ayung di kamar 2701 Hotel Swiss Bell, Sawah Besar pada bulan lalu.

Berduaan Sama Artis 90-an

Pada saat penangkapan di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (17/2) malam, polisi memergoki John Kei bersama dengan artis perempuan di era 90-an berinisial AF. Dan John Kei pun mengakui bahwa AF merupakan teman dekatnya.

"Iya saya kenal dia, AF teman dekat saya," ungkap John Kei saat dibawa ke ruang operasi RS Polri, kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu (18/2/2012).

John Kei dipindahkan ke ruang Instalasi Bedah Darurat, Sabtu (18/2) malam sekitar pukul 19.45 WIB untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru di kaki kanannya. Terlebih lagi kadar gula darah yang dialaminya sudah menurun, sehingga operasi bisa segera dilakukan.

Ditembak Karena Melawan

Anggota Polda Metro Jaya menembak kaki John Kei yang diduga terlibat pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono alias Ayung karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

"Betul, petugas mengambil tindakan tegas karena pelaku melakukan perlawanan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (18/2/2012) pagi.

Rikwanto mengatakan petugas menangkap John Kei karena diduga terlibat pembunuhan Ayung dengan motif menagih janji uang kesepakatan mendapatkan proyek.

Petugas meringkus John Kei di salah satu hotel di Jakarta, Jumat (17/2) sore. Saat ini, John Key dikabarkan menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, dengan penjagaan ketat dari aparat Satuan Brimob Polda Metro Jaya.

Tokoh pemuda dari wilayah bagian Indonesia timur tersebut sempat mendapatkan perawatan luka tembak pada bagian betis kaki kanan di ruang Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, peristiwa pembunuhan terhadap Tan Harry Tantono alias Ayung terjadi di Kamar 2701 Swissbell Hotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (26/1).

Pelaku yang diduga membunuh korban, yakni C (30), A (28), dan T (23) menyerahkan diri kepada petugas Polda Metro Jaya, Jumat (27/1) dini hari.

Berdasarkan keterangan pelaku kepada petugas, awalnya sejumlah orang bersama tersangka mendatangi Ayung guna menagih janji imbalan sebesar Rp600 juta setelah mendapatkan proyek.

Saat itu, korban malah mencaci para pelaku sehingga tersangka emosi dan menusuk korban hingga tewas. Petugas menemukan selongsong peluru di sekitar kasur yang menjadi tempat penemuan jasad korban di kamar hotel dan jejak sepatu.

Namun, petugas kepolisian memastikan petugas tidak menemukan proyektil maupun bekas luka tembak pada tubuh korban. (fl/inilah/jakpress)






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com