top
a

vi TOP VIDEO
jakvideo

vi FONDAISME
karikatur


news BERITA POLITIKUS TERKINI
editorial
editorial
Jakarta

" Klakson Andi Suruji "
Jakarta Jakarta adalah magnet yang menyedot manusia untuk datang berkerumun dan menempel, berjubel, beragam kepentingan, Baik, buruk, tulus atau pun kepura-puraan.


SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan

Oleh: Bambang Soesatyo
SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan Jika SBY-Boediono tak maksimal cegah kerugian negara, otomatis jadi target tuduhan dan kecurigaan masyarakat.


KPK Tetap Lindungi Orang Besar?

Oleh: Derek Manangka
KPK Tetap Lindungi Orang Besar? Jika KPK sungguh-sungguh mau lakukan investigasi terhadap orang-orang 'besar', sebetulnya tidak sulit.



speedy
crime

Jokowi Cukup di Solo, Tak Perlu ke Jakarta


ci

TERKAIT

Jakartapress.com - Pengamat sosial Universitas Indonesia (UI) Tamrin Amal Tomagola tidak setuju usulan agar Walikota Solo Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon Gubernur DKI Jakarta atau calon presiden.

Dalam penilaiannya, orang yang sukses di suatu daerah dan sudah mengakar dengan rakyatnya, akan menjadi terasing dari bila dipercaya menduduki jabatan yang lebih tinggi. Menurutnya, jabatan Walikota atau Bupati di suatu daerah adalah jabatan yang strategis, karena dalam lingkup tersebut pemimpin lebih dekat dengan masyarakat banyak.

"Jadi tetap di Solo saja. Saya twitter dia, Bapak itu paling bagus di Solo. Kemana-mana makin dekat dengan rakyat lebih bagus," ucap Tamrin usai diskusi 'Pers Kita Hari Ini' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2012).

Sementara bila orang bersangkutan diberikan kedudukan yang lebih tinggi seperti gubernur atau presiden, ia menjadi terasing. "Itu yang saya tidak setuju, orang yang sukses di tingkat lokal naik ke tingkat lebih tinggi. Karena yang harus dilayani dan dibela habis itu rakyat di akar rumput," paparnya.

Secara khusus ia meminta Joko Widodo, belajar dari pengalaman Rustriningsih, mantan Bupati Sragen yang kini menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah mendampingi Gubernur Bibit Waluyo.

Pemimpin yang dulu sangat disegani oleh rakyatnya di Sragen, namun setelah menjabat sebagai Wagub Jateng menjadi terasing karena semakin jauh dari rakyatnya. "Walikota itu orang yang paling langsung dekat dengan rakyat. Gubernur makin jauh, lihat Wakil Gubernur Jawa Tengah, naik ke atas makin jauh," jelas Guru Besar Sosiologi UI ini. (inil/red)



Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com