
Jakartapress.com - Pengamat sosial Universitas Indonesia (UI) Tamrin Amal Tomagola tidak setuju usulan agar Walikota Solo Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon Gubernur DKI Jakarta atau calon presiden.
Dalam penilaiannya, orang yang sukses di suatu daerah dan sudah mengakar dengan rakyatnya, akan menjadi terasing dari bila dipercaya menduduki jabatan yang lebih tinggi. Menurutnya, jabatan Walikota atau Bupati di suatu daerah adalah jabatan yang strategis, karena dalam lingkup tersebut pemimpin lebih dekat dengan masyarakat banyak.
"Jadi tetap di Solo saja. Saya twitter dia, Bapak itu paling bagus di Solo. Kemana-mana makin dekat dengan rakyat lebih bagus," ucap Tamrin usai diskusi 'Pers Kita Hari Ini' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2012).
Sementara bila orang bersangkutan diberikan kedudukan yang lebih tinggi seperti gubernur atau presiden, ia menjadi terasing. "Itu yang saya tidak setuju, orang yang sukses di tingkat lokal naik ke tingkat lebih tinggi. Karena yang harus dilayani dan dibela habis itu rakyat di akar rumput," paparnya.
Secara khusus ia meminta Joko Widodo, belajar dari pengalaman Rustriningsih, mantan Bupati Sragen yang kini menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah mendampingi Gubernur Bibit Waluyo.
Pemimpin yang dulu sangat disegani oleh rakyatnya di Sragen, namun setelah menjabat sebagai Wagub Jateng menjadi terasing karena semakin jauh dari rakyatnya. "Walikota itu orang yang paling langsung dekat dengan rakyat. Gubernur makin jauh, lihat Wakil Gubernur Jawa Tengah, naik ke atas makin jauh," jelas Guru Besar Sosiologi UI ini. (inil/red)