
Jakartapress.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Fadel Muhammad mengatakan, dalam proses penentuan calon gubernur/wagub DKI Jakarta, Partai Golkar memiliki syarat yang harus dilewati calon.
Calon yang akan dipertimbangkan, jelasnya, adalah calon yang memiliki tingkat elektabilitas tinggi di DKI Jakarta. "Pertama harus tingkat elektabilitasnya tinggi, yang kedua memang harus ada mitra partainya. Jangan lupa Golkar hanya 7 persen jadi mesti punya PKS, PDIP, yang bergabung. Kalau mau memang tidak ada yang bergabung dengan Golkar, Golkar jadi nomor dua juga tidak apa-apa," kata Fadel Muhammad di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (11/2/2012).
Lebih lanju Fadel memperkirakan Partai Golkar nanti hanya mengusung dua nama calon untuk maju dalam pemilukada DKI. Kedua nama itu adalah Ketua DPD DKI Jakarta Partai Golkar Prya Ramadhani dan Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar Tantowi Yahya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menambahkan satu nama lagi yaitu Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. "Ya mungkin Pak Prya, Pak Tantowi Yahya. Saya kira dua itu yang paling kuat," kata Ical.
Fadel menegaskan, saat ini DPP Partai Golkar masih terus menggodok nama-nama kader yang akan di majukan dalam Pilgub DKI Jakarta 2012 ini. Dari nama-nama kader yang sudah masuk ada beberapa nama empat nama yang akan masuk dalam proses finalisasi pada minggu depan.
Keempat nama itu merupakan kader internal dari Partai Golkar antara lain Ketua DPD DKI Jakarta Partai Golkar Prya Ramadhani, Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya dan Gubernur Sulawesi Selatan Alex Noerdin. "Internal Golkar itu ada 4. Minggu depan kita mau rapat. Itu ada Pak Tantowi, Prya, ada Alex Noerdin, " paparnya.
Sebelumnya, Ical mengatakan telah mengantongi tiga nama bakal Calon Gubernur (Cagub) yang akan dimajukan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012. "Nama-namanya banyak. Jadi ada Pak Tantowi Yahya, Pak Alex Noerdin dan Prya Ramadhani. Golkar kan juga harus berkoalisi, calonnya belum tahu, lihat nanti saja ya," katanya di Kantor DPP Partai Golkar, Sabtu (11/2).
Ketua Umum Partai Golkar ini menyatakan, meski nama Fadel Muhammad masuk dalam survei di beberapa nama tokoh yang cocok menjadi Cagub DKI Jakarta, namun Fadel dipastikan tidak akan meramaikan bursa pencalonan Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya Fadel sudah mendapat tugas khusus di DPP Partai Golkar. "Pak Fadel tidak, dia hanya memperkuat partai saja," tegasnya. (inc/ari)