top
a

vi TOP VIDEO
jakvideo

vi FONDAISME
karikatur


news BERITA POLITIKUS TERKINI
editorial
editorial
Jakarta

" Klakson Andi Suruji "
Jakarta Jakarta adalah magnet yang menyedot manusia untuk datang berkerumun dan menempel, berjubel, beragam kepentingan, Baik, buruk, tulus atau pun kepura-puraan.


SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan

Oleh: Bambang Soesatyo
SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan Jika SBY-Boediono tak maksimal cegah kerugian negara, otomatis jadi target tuduhan dan kecurigaan masyarakat.


KPK Tetap Lindungi Orang Besar?

Oleh: Derek Manangka
KPK Tetap Lindungi Orang Besar? Jika KPK sungguh-sungguh mau lakukan investigasi terhadap orang-orang 'besar', sebetulnya tidak sulit.



speedy
crime

Dipanggil Komwas, Ruhut Dilarang Banyak 'Ngoceh'


ci

TERKAIT

Jakartapress.com – Nampaknya, politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul sudah tidak bakal berani ‘ngoceh’ lagi atau ngomong sesukanya. Pasalnya, Ruhut sudah dipanggil Komisi Pengawas (Komwas) Partai Demokrat agar menyetop kebiasaan ngomong yang kelewat overacting.

Akibat sudah merasa gerah, Komwas Partai Demokrat telah mengambil sikap terkait kekisruhan yang disebabkan komentar kader partai di beberapa media. Yakni, memanggil dan menegur beberapa kader yang dianggap telah mengeluarkan pernyataan tak sesuai kebijakan partai. "Kemarin kami sudah panggil para tokoh-tokoh yang bermasalah, yang overtalk, bicara saling menyerang. Kami sudah panggil yang bersangkutan," kata Ketua Komwas Partai Demokrat, TB Silalahi, Jumat (10/2/2012).

TB menyebutkan, tokoh-tokoh yang dipanggil itu antara lain Ruhut Sitompul dan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ajeng Ratnasuminar. Dalam pemanggilan itu, Komwas juga menegur Ruhut Sitompul terkait kasus etika yang dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPR. "Kita manggil mereka, kalau Ruhut sekaligus dengan yang itu (kasus BK)," jelasnya.

TB menjelaskan, alasan Komwas memanggil kader-kader tersebut karena kader-kader itu telah membuat komentar yang membuat gaduh kondisi di internal Partai Demokrat. Sehingga komentar itu menjadi berkembang dan dinilai saling menyerang satu sama lainnya. "Di satu pihak, kan ada yang mulai berbicara, karena ada yang bicara kok seperti menyinggung, yang di sana menjawab, dan berkembang kan ini," tandas Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) ini.

Sebelumnya, Komwas Partai Demokrat sudah memberikan rekomendasi ke Dewan Kehormatan (DK) Demokrat terkait Ruhut Sitompul yang dilaporkan oleh istrinya pada 2011. "Kami sudah lama memberikan rekomendasi ke Dewan Kehormatan Partai Demokrat," ujar Wakil Ketua Komwas Demokrat, Suaedy Marasabesy, Rabu (8/2).

Seperti apa rekomendasinya, Suaedy tidak bersedia mengungkapkan. Sebab, yang berhak memutuskan adalah DK sebagai lembaga penjaga kehormatan partai. "Setahu saya belum (ada keputusan soal Ruhut, red)," katanya.

Sebelumnya pula, pada Jumat (22/7/2011) Ruhut Sitompul, dilaporkan ke BK oleh istrinya, Anna Rudhiantana Legawati, didampingi oleh kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea dan anak kandungnya, Christian Sitompul.

Anna meminta BK memecat Ruhut karena telah melakukan pelanggaran kode etik DPR. Anna juga meminta Presiden SBY untuk mengijinkan Bareskrim Mabes Polri memeriksa Ruhut karena telah terbukti melanggar kode etik, pidana, dan perdata.
Anna melapor ke BK dengan membawa bukti-bukti pernikahannya dengan Ruhut di Australia seperti dalam foto, data di kedubes RI, juga catatan sipil baik di Australia maupun Indonesia. (inc/ari)



Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com