
Jakartapress.com – Puluhan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang terletak di gedung Nusantara I lantai 1, Jumat (10/2), dan menyita sejumlah barang. Pimpinan Banggar DPR pun mengaku kaget ruangannya digeledah KPK tanpa diberitahu dulu.
"Kita tidak tahu. Kalau pembongkaran begitu tidak harus beri informasi. Kita tidak masalah," kata Wakil Ketua Banggar DPR dari Fraksi PKS, Tamsil Linrung. Namun, politisi PKS ini menyatakan siap dan tak masalah kalau usai penggeledahan ini dirinya diperiksa KPK. "Kita pimpinan Banggar siap diperiksa kalau memang dibutuhkan," ujarnya.
Petugas KPK menggeledah ruang pimpinan Banggar sekitar pukul 10.00 WIB, baik di sekretariat Banggar maupun ruang keempat pimpinan. Sejumlah barang disita seperti Compact Disk (CD), beberapa dokumen, hingga terlihat KPK juga memeriksa laptop di meja pimpinan. Informasi yang beredar, penggeledahan ini terkait kasus wisma atlet SEA Games, meski belum ada pernyataan resmi.
Penggeledahan KPK yang berlangsung tertutup, tidak diketahui kapan tim KPK datang. Termasuk, apakah berkaitan masalah renovasi ruangan baru Banggar Rp20,4 miliar atau terkait kasus Wa Ode Nurhayati, mantan anggota Banggar DPR.
Saat penggeledahan yang didampingi oleh staf dari Banggar ini, terlihat petugas KPK menyita sejumlah barang seperti Compact Disk (CD). Petugas memasukkan CD ke plastik untuk menjadi barang sitaan. Selain itu, juga terlihat menyita sejumlah kaset dan beberapa berkas. Bahkan, di antaranya nampak memeriksa laptop yang ada di ruang pimpinan Badan Anggaran tersebut.
Sementara Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan setuju terhadap penggeledahan KPK tersebut, meski dirinya tidak diberitahu sebelumnya. "Biarin saja. Saya tidak mengerti, biarkan mereka melakukan tugas dengan baik, tanya saja KPK-nya," tegas Marzuki.
Ia pun menegaskan, tidak ada masalah jika ruang pimpinan Banggar digeledah. Asalkan, sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Sepanjang ikuti prosedur penyelidikan tidak masalah. Prinsipnya kita dukung," tandas Ketua DPR. (inc/ari)