
Jakartapress.com - Fantasi adalah bagian dari imajinasi. Bukan realita. Riset memperlihatkan bahwa 60%-90% lelaki dan perempuan memiliki fantasi seksual, baik itu sudah menikah atau tidak.
Fantasi seksual yang paling baik adalah melibatkan pasangan Anda. Cara ini menjaga hubungan Anda tetap segar dan penuh gairah. Namun kadang kala fantasi melangkah keluar dari hubungan yang tengah dijalin. Setiap orang ingin menjadi hasrat atau obyek gairah orang lain, dan sering kali orang lain ini orang yang baru atau seseorang yang dikenal.
Kebanyakan orang yang berfantasi tentang orang lain daripada pasangannya akan merasa bersalah. Mengapa demikian? Pasalnya ini berkaitan dengan komitmen. Karena komitmen inilah mereka yang berfantasi dengan orang lain akan sangat takut melukai hati pasangannya jika menceritakannya. Tentu saja sebagian besar dari kita tak ingin mendengar pasangan kita memikirkan orang lain saat berhubungan seksual.
Jika fantasi tidak mempengaruhi kehidupan seks dan keseluruhan hubungan dengan pasangan, jangan khawatir. Ini tetap menyehartkan. Namun jika kita merasa sangat bersalah dan mempengaruhi hubungan, maka kita perlu membciarakan dengan pasangan atau terapis untuk mencari akar masalahnya.
Riset memperlihatkan bahwa fantasi seksual yang sehat seiring sejalan dengan keseluruhan kehidupan seks yang sehat. Mereka yang memiliki fantasi seksual cenderung lebih terpuaskan secara seksual dan lebih banyak melakukan hubungan seks. [bs/n]