top
a

vi TOP VIDEO
jakvideo

vi FONDAISME
karikatur


news BERITA POLITIKUS TERKINI
editorial
editorial
Jakarta

" Klakson Andi Suruji "
Jakarta Jakarta adalah magnet yang menyedot manusia untuk datang berkerumun dan menempel, berjubel, beragam kepentingan, Baik, buruk, tulus atau pun kepura-puraan.


SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan

Oleh: Bambang Soesatyo
SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan Jika SBY-Boediono tak maksimal cegah kerugian negara, otomatis jadi target tuduhan dan kecurigaan masyarakat.


KPK Tetap Lindungi Orang Besar?

Oleh: Derek Manangka
KPK Tetap Lindungi Orang Besar? Jika KPK sungguh-sungguh mau lakukan investigasi terhadap orang-orang 'besar', sebetulnya tidak sulit.



speedy
crime

Pembatasan BBM Gagal Disepakati DPR


ci

TERKAIT


Jakartapress.com – Rapat kerja (aker) Komisi VII DPR RI dengan pemerintah yang diwakili Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) gagal menghasilkan kesepakatan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang rencananya dimulai pada 1 April 2012 mendatang.r

Hasil kesimpulan raker Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM Jero Wacik, Komisi VII meminta pemerintah mengkaji beberapa poin. Salah satunya, pihak DPR meminta pemerintah mengkaji alternatif kebijakan dengan melakukan pengurangan besaran subsidi pada penjualan premium per liternya.

Selain itu, Komisi VII juga meminta pemerintah mengkaji usulan untuk melakukan perubahan UU Nomor 22 tahun 2011 tentang APBN 2012, dan adanya pengajuan judicial review UU tersebut ke Mahkamah Konstitusi oleh kelompok masyarakat.

Komisi yang membidangi ESDM ini pun meminta pemerintah untuk mempersiapkan road map percepatan pembangunan infrastruktur BBM non subsidi (kilang, tangki timbun, mobil tangki dan SPBU) serta kebijakan insentif.

Lebih lanjut, Komisi VII meminta pemerintah membuat rencana terpadu percepatan program konversi BBM ke BBG yang meliputi alokasi gas, pipanisasi, SPBG dan converter kit. Rencana alokasi anggaran hasil penghematan subsidi BBM untuk percepatan pembangunan infrastruktur energi dan infrastruktur transportasi publik yang nyaman bagi masyarakat.

Komisi VII meminta segala persiapan rencana tersebut untuk segera disampaikan kepada Komisi VII DPR-RI secepatnya. Riefky menjelaskan kesimpulan ini mencermati masukan dari stakeholder yang diundang sebelumnya ke Komisi VII.

"Kita minta pemerintah melakukan persiapan road map rencana kerja, diantaranya persiapan infrastruktur pertamax karena kita dengar hampir 30 persen SPBU di Jawa-Bali belum ada dispenser atau tangki timbun pertamax. Kita minta dibuatkan rencana jangka pendek, menengah dan panjang," kata Ketua Komisi VII DPR Teuku Rifky Harsyah.

Sementara Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendi Simbolon dari Fraksi PDIP menilai pembatasan BBM subsidi untuk kendaraan pribadi secara tidak langsung adalah merupakan proses liberalisasi, karena memaksa rakyat berpindah dari BBM subsidi (premium) ke non subsidi (pertamax).

"Pembatasan penggunaan BBM subsidi ini harus dimaknai bahwa kebijakan itu tidak bisa dilakukan. Itu sama saja memaksa rakyat beli pertamax, yang jelas harganya dua kali lipat dari premium dan mengikuti harga pasar internasional. Jadi pembatasan BBM ini lebih tepatnya adalah proses liberaliasi," tegasnya.

Menurutnya, beberapa bukti proses liberaliasi sudah terlihat di bisnis sektor hulu migas tanah air. Dugaan ini dengan banyaknya perusahaan asing yang menguasai usaha migas tanah air. "Sektor hulu sudah dikuasai, sekarang tinggal yang di down stream. Pengalihan ke pertamax, bisa diartikan sebuah proses pencabutan subsidi BBM yang nuansananya syarat politik dan liberaliasi," tandas politisi PDIP.

Oleh sebab itu, Effendi berharap pemerintah tidak melakukan pembatasan BBM subsidi dan tidak gegabah mencabut subsidi BBM tersebut. “Apalagi di sisi lain pemerintah juga tidak bisa menghemat anggaran belanja negara,” jelasnya. (viv/inc/ari)



Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com