
Jakartapress.com - Tabrakan beruntun kembali terjadi. Sabtu (28/1/2012) siang, di Makassar, seorang pelajar SMP menabrak 15 orang dengan mobilnya.
Menurut Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Hidayat, tabrakan melibatkan mobil Honda Jazz dengan nomor polisi DD 175 UG. Mobil tersebut dikendarai oleh bocah berusia 14 tahun berinisial HRR. "Kemungkinan karena ugal-ugalan," kata AKBP Hidayat dalam pesan yang diterima wartawan, Sabtu 28 Januari 2012. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15:00 Wita, dan terjadi di beberapa titik.
Bocah yang masih duduk di kelas 2 di SMP 3 Makassar ini pertama kali menabrak di Jalan Baji Gau dekat SMP 3, kemudian tabrakan kedua di Jalan Cendrawasih, ketiga di Jalan Dangko, keempat di Jalan Hartaco dan tabrakan terakhir atau yang kelima di Jalan Daeng Tata 1. "Total ada 15 orang yang tertabrak dan mengalami luka-luka. Mereka kini dirawat di RS Haji Makassar," tambahnya.
Mobil yang terhenti di tabrakan terakhir tersebut akhirnya jadi bulan-bulanan massa hingga rusak parah. Sedangkan pelaku yang masih bocah itu langsung diamankan ke Polsek Tamalate.
Mobil Honda Jazz berwarna merah dengan pelat nomor DD 175 UG itu pun hancur dirusak warga, Sabtu 28 Januari 2011, di Jalan Daeng Tata 1, Kecamatan Tamalate, Makassar. Penyebabnya, mobil itu telah menabrak sampai 5 kali. Mobil ini dikemudikan Hadi Rezki Ramadani, 14 tahun, warga Perumahan Griya Penamas, Makassar.
Semula Hadi menyenggol mobil di Jalan Baji Gau. Bukannya berhenti, Hadi malah tancap gas. Di Jalan Cendrawasih, di dekat Gereja Bukit Zaitun, ia kembali menyenggol mobil. Ia mencoba melarikan mobilnya, tapi kembali menyenggol pengendara lain di Jalan Dangko, Jalan Hartaco, dan terakhir di Jalan Daeng Tata I. Di sini Hadi tak bisa lagi lari. "Yang dia tabrak mulai mobil, motor, dan becak," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar, AKBP M Hidayat.
Warga yang kesal ramai-ramai mengejar mobil itu. Begitu terperangkap di Jalan Daeng Tata, mobil pun jadi sasaran amuk massa. Seluruh kaca hancur dipukul dengan kayu dan batu. Hadi diselamatkan patroli Polkseta Tamalate dan menjalani pemeriksaan. Hidayat mengaku belum mengetahui kondisi korban tabrak lari itu. Namun korban kebanyakan dibawa ke Rumah Sakit Haji yang tak jauh dari tempat kejadian.
Hidayat mengimbau para orang tua agar tak memberikan kesempatan kepada anaknya untuk mengendarai kendaraan bermotor jika tak cukup umur dan tak punya SIM. Dia mengatakan memberikan kendaraan bermotor kepada anak di bawah umur berpotensi membahayakan keselamatan anak itu sendiri dan pengguna jalan lain.
Seperti apa kondisi mobil Honda Jazz warna merah bernomor DD 175 UG setelah hancur dihajar massa pada Sabtu 28 Januari 2012? Masih berada di Jalan Daeng Tata I, Makassar, menunggu diderek, seluruh kaca mobil dipecahkan warga. Posisi mobil juga melintang di pertigaan jalan, dengan bodi belakang mobil berada di saluran air.
"Pelaku diamankan Patroli Polsek Tamalate," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi M. Hidayat, Sabtu 28 Januari 2012. "Kalau mobilnya masih dijaga di TKP terakhir oleh Polantas Tamalate untuk menunggu derek."
Hidayat menuturkan, mobil itu dikendarai anak di bawah umur. Berjalan zigzag, mobil itu menabrak sekitar 5 kali sebelum akhirnya berhenti. Bocah pengemudi, Hadi Rezki Ramadani, baru berusia 14 tahun dan langsung diamankan polisi dari amukan massa. Bocah itu adalah warga Jalan Andi Tonro Perumahan Griya Penamas. Kata Hidayat, dari STNK mobil diketahui kendaraan itu milik Nadir.
Dari penuturan warga, mobil itu pertama kali dilihat menabrak di Jalan Baji Gau. Selanjutnya, menabrak lagi di Jalan Cendrawasih, di dekat Gereja Bukit Zaitun. Bukannya berhenti, Hadi malah menancap gas mobilnya dan berlanjut pada tabrakan ketiga di Jalan Dangko. Hidayat menambahkan, tabrakan berikutnya terjadi di Jalan Hartaco dan terakhir di Jalan Daeng Tata I. Di situ Hadi tak bisa lagi lari. "Yang dia tabrak mulai mobil, motor, dan becak," katanya.
Hidayat mengaku belum mengetahui kondisi korban tabrak lari. Namun korban menurut Hidayat kebanyakan dibawa ke Rumah Sakit Haji yang tak jauh dari TKP. Adapun pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh aparat kepolisian. "Nanti akan disampaikan perkembangan lebih jauhnya," kata Hidayat.
Selanjutnya, dia mengimbau ke masyarakat khususnya orang tua agar tak memberikan kesempatan kepada anaknya mengendarai kendaraan bermotor jika tak cukup umur dan tak punya SIM. Memberikan kendaraan bermotor kepada anak di bawah umur, kata Hidayat, berpotensi besar membahayakan keselamatan anak itu sendiri dan pengguna jalan lain.
Salah seorang warga yang berada di TKP terakhir, Rahmat, mengaku melihat beberapa warga mengejar mobil tersebut dan langsung menghancurkan mobil saat akhirnya berhenti. "Awalnya saya tidak tahu kenapa mobil itu dihancurkan. Belakangan ternyata diketahui mobil itu sudah menabrak beberapa kali hingga dikejar," katanya. (tempo/viv/ari)