
Jakartapress.com - Demo buruh di Cikarang melumpuhkan lalu lintas di tol, mulai Pondok Gede, Bekasi Barat dan Timur hingga ruas tol Kabupaten Bekasi, Jumat (27/1) petang.
Karyawan yang berasal dari Kota Bekasi yang bekerja di Jakarta kesulitan transportasi. Seorang karyawan perusahaan swasta, Kartini mengaku, memilih naik kereta api akibat aksi demo yang melumpuhkan jalan tol di wilayah Pondok Gede, Cikarang hingga meluas ke Karawang dan Purwakarta itu.
"Saya biasanya naik 'omprengan' plat hitam dan disambung angkot ke Bekasi. Dengan adanya demo akhirnya naik kereta meski dari Stasiun Bekasi harus naik kendaraan lagi menuju terminal dan ojek ke Perumnas III," ujar Kartini yang bekerja di salah satu biro perjalanan di kawasan Harmoni itu.
Kepadatan penumpang di gerbong-gerbong kereta api sangat kentara dengan tambahan penumpang angkutan umum yang beralih ke moda transportasi kereta api.
Saat pemberangkatan KRL dari Stasiun Manggarai menuju Jatinegara dan Stasiun Kota Bekasi, pada Jumat sore, terjadi luberan penumpang hingga sulit untuk bernafas.
Kondisi itu makin diperparah ketika di Stasiun Jatinegara, ratusan penumpang lain yang akan ke Bekasi ikut naik. "Kondisinya sudah sangat berdesak-desakan dan udara di kereta AC itu jadi terasa panas, tapi penumpang tetap sabar dan tidak menggerutu," ujarnya.
Demo buruh di Cikarang Kabupaten Bekasi dipicu oleh hasil PTUN Bandung yang memenangkan gugatan Apindo atas pemberlakuan UMK melalui Pergub Jawa Barat di Kabupaten Bekasi sebesar Rp1,491 juta per bulan. Dengan keluarnya putusan itu berarti upah buruh mengacu ke Pergub 2011 yang besarnya Rp1,2 juta lebih. [ant/n]