
Jakartapress.com – Aktivis mahasiswa dari 200 kampus se-Indonesia berkumpul di Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) Jakarta, Jumat (27/1/2012), untuk melakukan konsolidari guna mewujudkan perubahan di negeri ini.
Mereka menyerukan mahasiwa harus tetap bersatu dan berada dalam kemurnian gerak sehingga tercipta kesolidan untuk melakukan perubahan di negeri ini. "Gerakan mahasiswa hari ini harus membuktikan kemurnian gerak," seru Aktivis 98, Bungas Thomas Fernando saat berbicara dalam seminar nasional 'Adu Kuat SBY Vs Mahasiswa' di kampus USNI yang digelar Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami).
Bungas menegaskan, konsolidasi ini akan berdampak pada soliditas dalam menuntut mundur SBY-Boediono yang telah mengkhianati kesejarahan Indonesia dengan mengkhianati empat tregad bangsa. "SBY-Boediono mengkhianati Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Proklamasi dan Trisakti," serunya.
Hadir pula sebagai pembicara diaantaranya Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi, Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi, budayawan Ratna Sarumpaet dan inisiator Pansus Century M Misbakhun., aktivis Petisi 28 Haris Rusli Moty, dan lainnya.
Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia yang berkumpul ini berembug soal masa depan bangsa yang semakin tertindas dibawah kepemimpinan SBY-Boediono. Konsolidasi sendiri masih akan berlanjut hingga Sabtu (28/1/2012).
Para aktivis mahasiswa ini juga menggelar renungan bersama dan aksi seribu lilin untuk mengenang tragedi kemanusiaan di Mesuji, Bima, Sondang dan tragedi-tragedi lainnya. "Ini sebagai bentuk kepedihan dan kegelisahan kita," kata Yudi Rijali Muslim, Jurubicara Konami.
Selain itu, jelas dia, acara yang akan dilakukan mulai pada pukul 00.00 WIB ini sekaligus sebagai momentum untuk para mahasiswa menyamakan persepsi dan menggalang persatuan dan kekuatan. "Tragedi yang terjadi adalah representasi gagalnya rezim SBY-Boediono," tandasnya. (*/ari)