
Jakartapress.com - Angin kencang diprediksi masih akan menerpa wilayah DKI Jakarta selama beberapa hari ke depan. Warga DKI Jakarta diminta untuk waspada, terutama saat hujan turun.
"Angin kencang bersifat lokal masih mungkin terjadi di wilayah DKI Jakarta," kata Kepala Sub Bidang (Kasubid) Peringatan Dini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kukuh Rubianto, Jumat (27/1/2012).
Dijelasnnya, hujan lokal yang disertai angin kencang, akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat Jakarta, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir utara diimbau waspada menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem.
Kondisi ini, jelas dia, dipengaruhi oleh siklon tropis, yang akan berpotensi terjadi pada tiga hari ke depan. "Tergantung dari siklon tropis di selatan laut Jawa, ke area selatan Australia bagian barat. Tiga hari ini masih berpotensi angin puting beliung dengan adanya tanda awan hitam pekat," ungkapnya.
"Kalau ada siklon, berhubungan hujan lokal bisa juga tumbuh awan pekat, menghasilkan angin yang merusak seperti di Kepulauan Seribu. Tapi tergantung dari kondisi lingkungan, ini sifatnya. Setelah ada tumbuh awan itu," paparnya.
Telan 2.500 Korban
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Arfan Arkili mengatakan jumlah penduduk Kepulauan Seribu yang menjadi korban angin puting beliung hingga Jumat (27/1/2012) lebih dari 2.500 orang.
Meski demikian, lanjut Arfan, hanya 21 keluarga atau sekitar 200 orang yang mengungsi. "Mayoritas penduduk merupakan keluarga besar. Korban luka-luka mencapai 33 orang di Pulau Kelapa, serta 11 orang di Pulau Harapan. "Saat ini ada dua lokasi yang menjadi tempat pengungsian, yaitu gedung kelurahan serta karang taruna," katanya. Jumat (27/1).
Menurut pemantauan, tidak semua penduduk di dua pulau tersebut mendapatkan logistik yang dikirimkan hari ini kecuali para pengungsi. Sekitar pukul 10.30 WIB, siang tadi, kapal dari Badan SAR Nasional yang mengangkut bantuan dari Dinas Sosial DKI Jakarta telah tiba.
Seperti diketahui, Rabu (25/1/2012), angin puting beliung melanda Kepulauan Seribu. Peristiwa ini mengakibatkan ratusan rumah dan beberapa sekolahan porakporanda sehingga ribuan warga mengungsi.
Sebelumnya, ratusan rumah di Kelurahan Kota Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, hancur akibat puting beliung. Sebagian besar, kerusakan terjadi pada atap rumah yang terbawa hembusan angin. Namun, ada beberapa rumah yang hancur secara total.
Pantauan di lapangan, saat ini warga masih membersihkan dan merapikan rumahnya yang hancur. Beberapa relawan dari TNI, Tagana, dan Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang pun ikut membantu.
"Kejadiannya, tadi malam sekitar pukul 20.05 WIB. Angin kencang yang terjadi selama 10 menit menghancurkan beberapa rumah. Saat ini baru ada 138 rumah yang dinyatakan rusak dan masih dilakukan pendataan," kata Kepala Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, Arsyad Husein di Tangerang, Jumat (27/1). (inc/ari)