top
a

vi TOP VIDEO
jakvideo

vi FONDAISME
karikatur


news BERITA POLITIKUS TERKINI
editorial
editorial
Jakarta

" Klakson Andi Suruji "
Jakarta Jakarta adalah magnet yang menyedot manusia untuk datang berkerumun dan menempel, berjubel, beragam kepentingan, Baik, buruk, tulus atau pun kepura-puraan.


SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan

Oleh: Bambang Soesatyo
SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan Jika SBY-Boediono tak maksimal cegah kerugian negara, otomatis jadi target tuduhan dan kecurigaan masyarakat.


KPK Tetap Lindungi Orang Besar?

Oleh: Derek Manangka
KPK Tetap Lindungi Orang Besar? Jika KPK sungguh-sungguh mau lakukan investigasi terhadap orang-orang 'besar', sebetulnya tidak sulit.



speedy
crime

Isu Anas Diganti Djoko, Demokrat Memanas


ci

TERKAIT

Jakartapress.com - Setelah nama Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum terus-menerus disebut oleh mantan Bendahara Umum PD Nazaruddin dan diduga terseret kasus mega korupsi proyek Wisma Atlit puluhan miliar rupiah, PD gerah dengan berita itu.

Karena itu Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar rapat pimpinan PD di Cikeas, Bogor yang disebut-sebut menyiapkan Djoko Suyanto sebagai pengganti Anas Urbaningrum tersebut.

Namun, Wakil Ketua Dewan Pembina PD Marzuki Alie belum ma uterus-terang apa yang dibicarakan dalam rapat pimpinan PD dengan SBY tersebut. “Masalah itu lebih diketahui Sekretaris Dewan Pembina PD yaitu Andi Mallarangeng. Silakan tanya Pak Andi,” tandas Marzuki Alie pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (25-1-12).

Menurut Marzuki, keputusan penting rapat Dewan Pembina PD masih dirahasiakan. Memang Andi Mallarangeng dan Presiden SBY yang akan langsung berbicara. Sedangkan dirinya dilarang untuk berbicara kepada pers, karena sifatnya internal partai.

Ditanya, apakah dirinya siap menggantikan Anas, Marzuki Alie menegaskan bahwa Presiden SBY yang akan menyelamatkan PD. "Saya sudah sampaikan, bagi saya politik adalah pengabdian, bukan ambisi. Saya masuk politik untuk mengabdi, bukan untuk membuat masalah. Saya tak berambisi untuk menjadi Ketua Umum," tutur Marzuki mengelak.

Marzuki mengakui dirinya akan mematuhi apapun keputusan SBY. "Beliau sebagai pendiri dengan pendiri lainnya, sebagai Ketua Dewan Pembina, Ketua DK dan Ketua Majelis Tinggi, tentu SBY mempunyai otoritas penuh untuk menyelamatkan PD," tambah Marzuki.

Yang pasti, kata Wakil Ketua PD Max Sopacua, salah satu yang bisa menggantikan Anas menjadi Ketua Umum PD adalah Djoko Suyanto. "Opini yang berkembang soal ada pengganti, pagi ini ada nama Pak Djoko Suyanto," ujar Max.

Dikatakan, jika Demokrat sudah menyiapkan kemungkinan terburuk jika Anas Urbaningrum terpaksa harus turun karena tersangkut kasus hukum. Mengapa ada nama Djoko Suyanto? Menurut Max, nama Menko Polhukam itu karena membaca berita dari salah satu media massa. Menanggapi pemberitaan itu, Max meyakini partainya sudah menyiapkan kemungkinan terburuk jika memang kemungkinan Anas harus turun.

Namun demikian keputusan ada di tangan SBY. Max mengakui jika, rapat dewan pembina Selasa malam itu membicarakan Ketum Anas Urbaningrum. "Nama Anas memang dibicarakan. Seperti disampaikan Syarif Hasan itu tak terlepas kaitannya dengan Pak Anas, tapi itu masih sampai dalam tataran pemeriksaan dan opini publik yang berkembang seolah-olah Demokrat dibicarakan masyarakat dan tersangkut korupsi," katanya.

Sementara itu anggota Dewan Pembina Hayono Isman meminta Anas fokus pada penyelesaian kasus Nazaruddin, sehingga tidak perlu sibuk memimpin konsolidasi partai. "Bahwa kasus hukum Nazaruddin berpengaruh negatif pada citra PD di publik dan sudah pasti Anas harus fokus menghadapi kasus ini karena nama Anas disebut dalam kasus Nazaruddin, sehingga bukan mustahil hal ini menjadi pertimbangan Anas untuk menentukan langkah apa ke depan yang terbaik bagi citra PD partai yang terpuruk akibat pribadi Anas," jelas Hayono.

Dikatakan jika semua internal PD berbaris di belakang Anas dan menghadapi masa sulit sekarang ini. Paling tidak sampai ada fakta hukum, apakah terbukti atau tidak bersalah dalam kasus Nazaruddin. "Anas adalah Ketum PD selama belum dinyatakan bersalah oleh pengadilan merupakan kewajiban kita semua di partai untuk membelanya," ungkap Hayono.

Apakah Anas harus mundur? Hayono Isman menyatakan kalau soal keputusan penyelamatan PD diserahkan kepada Anas sendiri. "Posisi partai dan hati kita saat ini adalah bersama Ketum Anas Urbaningrum. Sehingga mari kita serahkan pengunduran diri itu kepada Anas," ujar Hayono.

Marzuki Ali juga mengungkapkan hal sama kalau soal mundur tidaknya An situ ada di tangan Anas sendiri. "Saya tidak boleh menyampaikan apapun hasil rapat karena itu internal PD. Itu urusan beliau," kata Marzuki.

Sejauh itu Wasekjen PD Saan Mustopa membantah isu Djoko Suyanto akan menggantikan Anas Urbaningrum, karena seluruh DPC PD masih mendukung Anas menjadi Ketum PD.

"Saya belum pernah mendengar Pak Djoko menggantikan Anas. Yang saya dengar semalam bagaimana PD fokus konsolidasi internal agar tetap berjalan cepat selesai. PD harus melakukan penajaman terhadap berbagai peran eksistensi partai dan bagaimana PD terus meningkatkan eksistensi eksternal dengan peningkatan kinerja partai," kata Saan.

Saan juga yakin jika SBY tidak meminta Anas mundur. "Nggak ada yang minta Anas mundur. Yang harus kita lakukan meningkatkan konsolidasi internal. Semua menunggu proses pengadilan. Sampai hari ini saya memang belum mendengar ada usulan dari daerah DPC tentang usulan pengunduran diri Anas," tutur Saan.

Karena itu, Saan berharap semua pihak menghormati proses hukum di pengadilan. Dan tidak menembak isu negatif yang malah berpotensi memecah belah partai. "Yang pertama PD dari awal itu sangat menghargai proses hukum. Ketua Dewan Pembina sudah menegaskan tidak pernah intervensi dan diskriminatif dalam penegakan hukum. Komitmen seperti itu kan harus direalisasikan dengan mengikuti proses hukum. Kita hormati, kita hargai dan kita tidak mengintervensi," ujar Saan.

Wasekjen PD Ramadhan Pohan yang juga orang terdekat Sekretaris Dewan Pembina PD Andi Mallarangeng menegaskan tak ada rencana pergantian Ketum PD.

Andi katanya, tak pernah berambisi menggulingkan Anas. "Seribu persen tidak ada dalam pikiran Andi ingin menggulingkan Anas. Kita kan perlu konsolidasi. Jangan sampai itu justru jadi kesempatan pihak luar untuk membelah bambu untuk memecah Demokrat," tandas Ramadhan. (wan/ari)



Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com