top
channel

Kapolri Ikut Bicara Kasus 'Xenia Maut' Afriani


Kapolri Ikut Bicara Kasus 'Xenia Maut' Afriani

TERKAIT

Jakartapress.com - Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo menegaskan, penanganan kasus kecelakaan ‘Xenia maut’ yang dikemudikan Afriani Susanti di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, akan ditangani sampai tuntas.

"Sudah dilakukan penyidikan oleh Polda Metro Jaya, tentunya bukan hanya kecelakaan tapi juga termasuk hasil yang mengarah kepada pemakaian obat terlarang," kata Timur di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (24/1/2012).

Timur menegaskan, pengemudi mobil minibus hitam B 2479 XI, Afriani Susanti (29), telah lalai dalam mengemudikan kendaraan hingga menabrak 13 pejalan kaki dan menewaskan sembilan diantaranya.

Kasus kecelakaan lalu lintas hanya menjerat wanita bertubuh tambun itu saja. Namun untuk kasus penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang, wanita yang bekerja di perusahaan periklanan ini bersama tiga temannya yang menjadi penumpang dalam mobil minibus nahas itu, dijerat dengan pasal penyalahgunaan narkoba.

Ketiga teman Afriani adalah Adistina Putri (25), Ari Sendi (34), dan Deni Mulyana (30). Mereke berempat dinyatakan positif dalam pengaruh minuman beralkohol dan narkotika jenis sabu, saat berkendara dengan kecepatan tinggi hingga membabat sembilan nyawa pejalan kaki.

Selain permasalahan mabuk dan kelalaian berkendara, Afriani juga tak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Naik Kendaraan (STNK) mobil yang dikemudikannya. "Semua masih pendalaman, tapi sementara hasil pemeriksaan semua pada saat mengemudi tidak membawa SIM," tandas Kapolri.

Sementara akibat peristiwa tragis tersebut, Afriani Susanti dihujat habis-habisan di facebook. Kelompok bernama "Gerakan Menuntut ‘Afriyani Susanti’ Di Hukum Mati" di facebook dalam tempo singkat meraup banyak pendukung. Bahkan sudah mampu merekrut 5.518 orang.

Biografi dalam akun Facebook itu menyebutkan bahwa Apriyanti Susanti adalah tersangka yang menyebabkan tewasnya sembilan pejalan kaki di Tugu Tani Jakarta pada 22 Januari 2012. Tersangka, begitu catatan pembuat akun itu, mengaku rem mobil yang dikendarainya blong, sehingga dia tidak bisa mengendalikan laju mobilnya. Padahal diketahui sebelum terjadinya kecelakaan nahas itu, tersangka melakukan pesta shabu-shabu.

Dalam pernyataannya di kantor polisi, lanjut akun itu, tersangka sama sekali tidak merasa bersalah. Bahkan tersangka menyalahkan rem mobil yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Tersangka juga tidak menyesal walaupun kelalaiannya telah menyebabkan hilangnya sembilan nyawa tak berdosa.

Pernyataan tersangka yang arogan tersebut, menggerakkan admin untuk membuat halaman ini, dengan tujuan utama untuk menuntut keadilan terhadap pelaku GENOSIDA atau kejahatan yang memusnahkan banyak korban.

Selain menghujat dengan beragam kata makian, "Gerakan Menuntut 'Afriyani Susanti' Di Hukum Mati" juga menuliskan bahwa sebagai manusia normal memang sulit untuk menerima sebuah kejadian tragis apalagi dengan pelaku yang arogan.

Namun tidak ada salahnya jika sejenak kita melepaskan semua amarah membersihkan hati untuk mendoakan ketenangan bagi para koraban yg meninggal, mendoakan kesembuhan bagi korban yg terluka, dan mendoakan kesabaran dan ketabahan bagi keluarga korban. (inc/vv/ari)






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com