top
channel
CITYNEWS | KOCAKCRIME | THEPOLICE
Minggu, 22 Januari 2012 - 20:46

Korban Tewas Ditabrak Mobil 'Maut' Jadi 9 Orang


Korban Tewas Ditabrak Mobil 'Maut' Jadi 9 Orang

TERKAIT

Jakartapress.com – Korban tewas ditabrak mobil pengemudi ‘maut’ di Gambir, bertambah satu menjadi sembilan orang. Delapan korban lainnya tewas di tempat kejadian di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat.

Muhammad Akbar, menghembuskan napas terakhir sekira pukul 18.45 WIB karena cedera berat di bagian kepala. Akbar sudah meninggal pukul 18.45 WIB tadi karena cidera kepala berat. Sekarang sudah dibawa ke ruang jenazah," kata dokter jaga yang enggan disebutkan namannya, Minggu (22/1). Akbar sebelumnya dilarikan ke RSPAD bersama korban lain, yaitu Teguh Hadi Purnomo, Siti Muqaromah, Indra, dan Kenny dalam keadaan kritis.
 
Seperti diketahui, Aparianti Susanti, sopir Xenia, sudah ditetapkan polisi menjadi tersangka. Mobil yang dikemudikan Aprianti menabrak sekira 12 orang di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, siang tadi. Delapan orang tewas seketika, sementara yang lainnya menderita luka-luka Bagus Santosa.

Kecelakaan berlangsung, Minggu (22/1/2012) siang, saat rombongan orang yang baru kelar berolah raga di Monas, tiba-tiba ditabrak mobil yang dikendarai Apriyani Susanti. Saksi mata menuturkan, mobil yang dikendaraai perempuan bertubuh besar itu melaju kencang dari arah Monas.

Pihak kepolisian menetapkan pengemudi mobil warna hitam dengan Nomor Polisi B 24878 XI, Afriyani Susanti (29) sebagai tersangka, karena telah menabrak delapan orang pejalan kaki hingga tewas. Atas perbuatan pengemudi itu, pihak kepolisian menjerat pengemudi dengan pasal berlapis dengan ancaman pidana 6 tahun penjara.

Kasubdit Gakum Dit Lantas Polda Metro Jaya AKBP Sudarmanto mengatakan, pihaknya menilai jika pengemudi melakukan kelalaian dalam berlalu lintas, sehingga mengakibatkan korban jiwa. Untuk itu pengemudi dijerat dengan empat pasal yakni pasal 283, Pasal 287 ayat 5, Pasal 288, Pasal 310 ayat 1, 2, 3 dan 4 Undang-undang Lalu Lintas

"Tersangka dinyatakan ditahan. Sanksi pidana maksimal 6 tahun," kata Sudarmanto dalam keterangan persnya di kantor Dit Lantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (22/1).

Selain karena kelalaian itu, tersangka diketahui juga tidak membawa surat kendaraan seperti SIM dan STNK pada saat kejadian tersebut. "Pasal 288 itu tidak ada SIM dan STNK," imbuhnya.

Sudarmanto mengatakan, pengemudi dan tiga rekan yang ikut dalam mobil itu sudah menjalani tes urine dan darah di RS Polri. Hal ini untuk mengetahui apakah pengemudi terpengaruh alkohol atau obat-obat terlarang saat mengemudi.

Selain itu, keempatnya juga sudah dimintai keterangan oleh petugas terkait kejadian tersebut. "Tidak ada perbedaan keterangan yang signifikan dalam kronologis. Afriani dan rekan-rekan sedang dites urine dan darah di RS Polri. Hasilnya negatif," kata dia.  (okz/inc/ari)






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com

DMCA.com