
Jakartapress.com – Diduga ngantuk, Afriyani Susanti (29) menabrak sekumpulan orang di trotoar. Sedikitnya delapan orang tewas dan empat korban kritis. Malam sebelum kejadian, Afriyani dan 3 temannya usai pesta di Hotel Borobudur.
Minggu pagi itu kawasan Tugu Tani, Gambir lengang. Beberapa pejalan kaki yang habis berolah raga pagi di Monas berjalan berkelompk-kelompok di trotoar. Sekitar pukul 11.00 WIB tiba-tiba sebuah mobil Daihatsu Xenia hitam B 2479 XI yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Gambir oleng dan meluncur tidak terkendali.
Seperti banteng ngamuk mobil itu menyeruduk orang-orang di trotoar. Tanpa ampun lagi mobil itu menghantam, menggilas dan menyeret belasan orang hingga beberapa belas meter. Mobil maut itu berhenti setelah menabrak halte kemudian masuk ke halaman kantor Kementerian Perdagangan. Sementara itu, tubuh-tubuh korban bergelimpangan berlumuran darah.
Sedikitnya ada 12 orang yang dihajar mobil itu. Delapan orang tewas di tempat dan lainnya kritis. Afriyani, si sopir pencabut nyawa itu mengaku kecelakaan itu terjadi karena rem mobilnya blong. Bahkan wanita gendut itu menyangkal jika dirinya ngebut.
Keterangan Afriyani dibantah Suwarto (54), saksi mata di tempat kejadian. Menurutnya Mobil itu bukan ngebut lagi tapi sangat kencang dan sempat oleng zig-zag sebelum menghantam para korban.
Suwarto menjelaskan bahwa mobil itu datang dari arah Gambir menuju ke Tugu Tani. Saat mendekati Tugu Tani, mobil itu oleng kehilangan kendali. Saat hilang kendali, mobil kemudian menabrak para pejalan kaki yang sedang ada di trotoar.
"Mobil nyamber pertama tiga orang, terus sekelompok lagi, terus sekelompok orang lagi. Sampai akhirnya menabrak lagi halte di situ ada anak, ibu-ibu, dan remaja. Semuanya abis pulang dari Monas, mereka ada di trotoar, bukannya nyeberang," papar Suwarto.
Setelah menabrak halte, mobil itu masih melaju dan terguling hingga masuk ke halaman Kementerian Perdagangan dan menambark dua orang lagi sebelum akhirnya berhenti.
Menurut Suwarto yang nyaris jadi korban jika tidak menghindar, usai kecelakaan itu, sebagian besar korban tak bergerak. "Semua tewas di tempat. Yang saya tahu ada enam yang tewas di tempat ada lagi yang sempat dibawa ke rumah sakit. Saya pegangi anak kecil itu sudah nggak bergerak," ungkapnya.
Pulang Pesta
Empat penumpang mobil maut yang hanya mengalami memar itu tampak linglung setelah kejadian. Mereka tidak bereaksi menolong para korban. Menurut petugas Laka Lantas dari Polres Jakarta Pusat Bripka Rosyid, keempat penumpang mobil ini malam sebelum kejadian menghadiri pesta di Hotel Borobudur.
Untuk memastikan apakah pengemudi maut itu dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang, rencananya polisi akan mengetes urinenya. Saat diperiksa, ternyata Afriyani tidak bisa menunjukkan SIM dan STNK. Dia bilang sedang diperpanjang.
"Kami belum tahu soal mereka di bawah pengaruh alkohol. Kasusnya kini ditangani Polda Metro Jaya. Kalau empat penumpangnya luka-luka memar. Mungkin terbentur kursi," ujar Rosyid.
Berikut nama-nama korban; Ujai (15), Firmansyah (21), Suyatmi (51), Pipit Alfia, Fitriasih (18), Ari (16), Yusuf Sigit (2,5) dan Nani Riyanti (25). Satu jenasah belum teridentifikasi. Korban kritis di RSPAD Gatot Subroto adalah; M. Akbar (22), Vanny (9), Indra (11) dan Siti (30). Satu korban belum diketahui identitasnya. [dam/fu]