top
channel

Lilin Jumbo Bisnis Basah Saat Imlek


Lilin Jumbo Bisnis Basah Saat Imlek

TERKAIT

 

Jakartapress.com -  Imlek atau Tahun Baru Tionghoa tak bisa dipisahkan dari lilin. Di Vihara maupun di rumah-rumah, warga Tionghoa yang merayakan Imlek, keberadaan Lilin menjadi salah satu peralatan sembahyang yang penting selain dupa dan litang.  

Di pabrik lilin khusus untuk sembahyang di kawasan Tanah Cepek Kecamatan Karawaci Tangerang, dibuat berbagai macam ukuran lilin. Mulai dari yang kecil setinggi 30 cm hingga dengan diameter 50 cm dengan tinggi 2 meter. Lilin jumbo yang dipesan ini umumnya dibuat sepasang. Nantinya akan ditempatkan di kanan dan kiri Litang atau gerbang kebajikan.   

Uniknya lilin yang dibalut plastik warna merah dengan lukisan naga dicantumkan juga nama keluarga pemesan. Selain itu ada pula tulisan dalam bahasa Mandarin yang berisi doa-doa maupun syair-syair bermakna untuk kehidupan.    

Seorang pekerja, Aryo menjelaskan, lilin lilin itu sudah dipesan beberapa bulan lalu. Untuk membuat lilin jumbo setinggi 2 meter itu butuh waktu 10 hari. Bahan dasar yang digunakan untuk membuat lilin  berupa paraffin wax, yakni  lilin mentah seperti es balok hasil impor dari Tiongkok sebanyak 10 drum atau 2000 kati. Bahan itu dimasak dan diaduk dengan klasin dan pewarna khusus lilin dalam wadah dan terus diaduk di atas kompor. 

Setelah diaduk rata baru dimasukkan ke cetakan yang terbuat dari bahan logam tipis dengan dudukan benang rami untuk sumbunya, dan dibiarkan hingga mengeras.

Caranya tidak sekaligus tetapi cukup dengan dua drum saja. Tiga hari kemudian ketika lilin sudah mulai agak mengeras baru dimasukkan lagi hingga sesuai ukuran yang diinginkan. Setelah lilin jadi, baru dibalut dengan plastic sesuai ukuran dan diberi nama pemesannya serta gambar naga.      

 

Syair Kehidupan
Tulisan di lilin biasanya berupa syair kehidupan. Tetapi ada juga tulisan ucapan selamat hari raya Imlek dan doa doa agar selalu diberi keberkahan. Sementara gambar naga (liong), untuk tahun ini disesuaikan dengan tahun Naga Air.
     
Untuk membuat nama-nama yang terlilit di lilin dibutuhkan orang yang ahli dalam menulis Mandarin. “Tulisan dibuat ahlinyayang benar mengerti bahasa Mandarin sehingga artinya sesuai dengan yang diinginkan pemesan,” ujar Aryo.          

Untuk harga lilin jumbo dipatok Rp 14 juta per pasang. Tertulis nama Rudi Ngadiman, warga Gading Serpong yang menjadi pemesannya. “Ini pemesan lilin terbesar.  Lainnya ukurannya dibawah itu,” ujar Aryo.

Lilin itu dipersembahkan di Vihara Boen Tek Bio yang merupakan klenteng yang berlokasi ditengah – tengah Pasar Lama Tangerang dan menjadi salah satu klenteng tertua di daerah ini.  
 

Habis Tahun Depan
Lilin tersebut akan terus dinyalan dan diperkirakan baru akan habis tahun depan, Aryo mengatakan, sebagian warga yang mampu memesan lilin dengan ukuran antara 1000 hingga 1500 kati dengan harga berkisar Rp 7 juta hingga Rp 10 juta, Namun banyak juga yang memesan lilin dengan ukuran lebih kecil dengan ukuran 100 kati dengan harga Rp 700 ribu. 

Diakui Aryo, sejak kegiatan beribadah di Vihara diperbolehkan secara terbuka luas, pemesanan lilin juga terus meningkat. “Selain Imlek, pesanan lilin naik juga pada perayaan Ceng Beng atau ibadah kubur/arwah,” ujar Aryo yang sudah bekerja selama 6 tahun menjadi pembuat lilin. Namun pesanan lilin ternyata tak berhenti pada pesanan perayaan Tionghoa saja. 

Karena menjelang Natal, banyak juga pemesan untuk perayaan di gereja maupun di rumah-rumah. Bagi keturunan Tionghoa, menyalakan lilin di Vihara sebagai harapan mendulang sukses sepanjang tahun Lilin bukan hanya untuk dibakar saja melainkan juga bermakna yang sangat tinggi.

Karenanya tidak semua orang bisa menulis di dinding lilin. Umumnya hanya mereka yang berusia tua yang bisa menulis dengan baik. [sp/n]






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com