
Jakartapress.com - Tim 9 inisiator Century dan Timwas Century DPR mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (12/1/2012), menyerahkan dokumen hasil kesimpulan paripurna DPR terkait kasus Bank Century. Mereka diterima oleh lima pimpinan KPK lengkap dengan para deputinya.
"Tim 9 memberikan data mengenai proses FPJP dan bailout Bank Century," jelas salah seorang tim inisiator Century, Misbakhun yang ikut dalam pertemuan tersebut. Hadir menyerahkan dokumen yang disimpan dalam sebuah box plastik tersebut tiga anggota Timwas, Fahri Hamzah (PKS), Syarifuddin Suding (Hanura) dan Bambang Soesatyo (Golkar).
Dalam kesempatan itu, Misbakhun sendiri menyerahkan tiga surat yang dikirim Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan kepada Presiden SBY terkait bailout sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century. Sangat penting bagi KPK, kata dia, memanggil kembali Sri Mulyani untuk diminta keterangannya terkait ketiga surat tersebut. "KPK juga harus memanggil presiden SBY," ungkapnya.
Fahri Hamzah menegaskan, kedatangan Timwas Century ini untuk memastikan KPK menerima data otentik terkait skandal Century. "Kita ingin mengingatkan kembali yang pernah diserahkan kepada KPK dan penegak hukum dokumen yang merupakan kesimpulan paripurna," sambung Fahri Hamzah di gedung KPK, Kamis (12/1).
Selain itu, lanjut Fahri, Timwas ingin memastikan bahwa pimpinan KPK yang baru ini mau menindaklanjuti surat secara resmi tentang temuan audit forensik. Timwas juga memberi batas waktu pimpinan KPK harus menuntaskan kasus ini di tahun 2012.
Menurut Fahri, Timwas tidak mau pimpinan KPK saat ini seperti pimpinan KPK sebelumnya. Pimpinan KPK yang lama menilai belum ada kesalahan dalam bailout Century, padahal hasil sidang paripurna DPR memutuskan ada pelanggaran dalam proses dan pencairan dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun tersebut. "Kita tidak mau seperti itu lagi," tegas politisi PKS ini.
Bahkan, lanjutnya, paripurna DPR sudah menyebut nama pihak-pihak yang bersalah dalam pencairan tersebut. Mereka adalah mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono dan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani. "Kita kasih kesempatan kepada beliau (Abraham Samad) dan yang jelas kita yakin (Abraham samas Cs) bisa (menuntaskan kasus ini). Ayo KPK, kamu bisa," tandasnya.
Sementara dalam pertemuan itu, Ketua KPK Abraham Samad berkomitmen untuk menyelesaikan kasus Century segera walaupun tidak menyebutkan limit waktunya. Menurutnya, KPK bertekad untuk menuntaskan skandal Century.
Abraham Samad juga meminta Timwas untuk bekerjasama dan bahu membahu menuntaskan skandal yang disebut-sebut melibatkan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono dan mantan Menteri Keuangan sri Mulyani. "Secara resmi, kami (pimpinan KPK) tetap kompak dan tidak akan memetieskan kasus ini," kata Ketua KPK.
Pimpinan KPK lainnya, Busyro Muqqodas menjelaskan pihaknya hingga saat ini terus menelusuri kasus ini. Laporan hasil investigasi BPK terkait kasus ini, juga sedang dipelajari secara intensif. "Kami update terus," tambah Busyro. (RMOL/ari)