
Jakartapress.com – Gempa berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR) yang terjadi di Barat Daya Meulaboh telah mengguncang Banda Aceh dan kota-kota lainnya di Nanggroe Aceh Darussalam. Warga panik takut tsunami dan berhamburan keluar rumah.
Gempa pada Rabu (11/1/2012) sekitar pukul 01.30 WIB itu berpusat pada 2.32 LU - 92.82 BT atau 419 kilometer Barat Daya Meulaboh. Gempa ini berpusat pada kedalaman 10 km. Gempa ini juga disusul dengan gempa susulan hingga pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan tsunami. Namun, berselang beberapa saat kemudian peringatan itu dicabut.
"Berdasarkan pantauan kami sampai jam 4 pagi di Kota Banda Aceh dan sekitarnya, akibat gempa tadi belum ditemukan ada korban jiwa dan infrastruktur," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.
Gempa cukup besar itu membuat warga panik. Terutama, warga yang berada di bibir pantai. Mereka keluar menjauh dari rumah menuju tempat yang lebih aman. Kepanikan sangat terasa di kawasan pesisir seperti di Ulee Lheu. Warga meninggalkan rumahnya mencari tempat yang lebih tinggi.
Di pusat kota Banda Aceh konsentrasi warga terlihat di Jembatan Pantai Pirak dan Jembatan Simpang Surabaya. Mereka memantau pergerakan arus sungai Krueng Aceh yang bisa memberi tanda jika terjadi tsunami. Situasi kembali tenang setelah peringatan tsunami dicabut. [dam/fu]