top
a

vi TOP VIDEO
jakvideo

vi FONDAISME
karikatur


news BERITA POLITIKUS TERKINI
editorial
editorial
Jakarta

" Klakson Andi Suruji "
Jakarta Jakarta adalah magnet yang menyedot manusia untuk datang berkerumun dan menempel, berjubel, beragam kepentingan, Baik, buruk, tulus atau pun kepura-puraan.


SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan

Oleh: Bambang Soesatyo
SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan Jika SBY-Boediono tak maksimal cegah kerugian negara, otomatis jadi target tuduhan dan kecurigaan masyarakat.


KPK Tetap Lindungi Orang Besar?

Oleh: Derek Manangka
KPK Tetap Lindungi Orang Besar? Jika KPK sungguh-sungguh mau lakukan investigasi terhadap orang-orang 'besar', sebetulnya tidak sulit.



speedy
crime

Wakil Menteri Ini Suka Naik Bus Umum


ci

SOSOK pejabat yang satu ini memang unik dan menarik, bahkan terkesan nyeleneh. Sang professor ini tak hanya berambut gondrong sebelum dilantik menjadi wakil menteri, kini pun dia mengaku suka naik angkutan umum meski sudah menjadi pejabat.

Prof Widjajono Partowidagdo, Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral, selain suka naik bus umum, ia menanggap warga masyarakat yang gemar menggunakan transportasi umum adalah pahlawan karena dengan kebiasaan itu dia turut menghemat pemakaian BBM nasional.

Ini disampaikan Widjajono di tengah diskusi bertajuk "Problem BBM" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/1/2012) pagi. Pejabat yang hobi mendaki gunung ini pun mengaku lebih sering menggunakan angkutan umum seperti busway sebagai alat transportasi menuju kantornya.

"Saya berapa kali naik busway, tidak ketahuan saja. Naik Kopaja 620, P 66, saya juga pernah menggagalkan pencopetan. Naik angkutan umum itu pahlawan menghemat BBM," tandas pria yang sehari-hari menjadi wakil menteri Jero Wacik itu.

Lebih lanjut, Widjajono mengatakan, di Amerika Serikat warganya bangga menggunakan transportasi umum untuk kerja. Sedangkan mobil pribadi hanya digunakan untuk urusan pacaran.

"Karena di Amerika Serikat, direktur-direktur itu naik subway biasa. Mobil dipakai buat pacaran saja. Ke kantor biasa bersepatu kets kaya Pak Dahlan Iskan itu (Menteri BUMN). Di kantor pakai jas," papar guru besar dari ITB Bandung ini.

Terkait pembatasan penggunaan BBM bersubsidi, dia juga mengaku berencana mengkonversi konsumsi BBM mobilnya ke gas. Perubahan itu, menurutnya, harus dicontohkan oleh pemimpin dulu maka masyarakat akan meniru.

"Minggu depan saya pasang LGV (liquified gas for vehicle). Kalau tidak mendadak, saya mau naik busway. Protokoler tidak masalah, karena Wamen tidak sama dengan menteri, fasilitasnya tidak sama," ucapnya.

Sebelumnya, Widjajono baru mencukur rambut dondrongnya setelah beberapa hari diangkat jadi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Penampilan anggota Dewan Energi Nasional yang berambut gondrong itu diakui oleh istrinya. Istrinya menyebut, sejak awal berkenalan, penampilan suaminya memang seperti itu.

Meski diakui oleh istrinya alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini, suaminya juga bisa rapi. "Itu bisa dilihat di foto keluarga. Dia bisa potong rambut dan merapikan badan," katanya yang mendampingi suaminya di rumah mereka saat diwawancarai.

Meski selama ini rambutnya gondrong, namun Widjajono mengaku harus memotong rambut bila ada aturannya. “Gondrong bukan berarti tidak pernah cukur. Saya sering cukur rambut kok. Kalau nggak dicukur berarti seperti Samson dong. Saya bukan seperti itu,’’ ujar Wakil Menteri ESDM ini.

Menurut Widjajono, penampilan tidak ada korela¬sinya dengan pekerjaan. Yang penting sebagai wakil menteri bisa be¬kerja maksimal mem¬bantu  men¬teri demi kesejah¬teraan rakyat. “Saya sih lebih suka berpe¬nampilan seperti ini. Menurut saya, seseorang itu dihargai bu¬kan karena pakai baju mahal, mobil mewah, dan sebagainya,’’ paparnya. (rm/ari)

 

BIODATA

    Nama    :    Prof. Widjajono Partowidagdo, Ph.D
    Lahir     :    Magelang, 16 September 1951
   

Riwayat Pendidikan:
•    Sarjana Teknik Perminyakan, ITB, 1975
•    MSc. (Petroleum Engineering) USC, USA, 1980
•    MSc. (Operations Research) USC, USA, 1982
•    M.A. (Economics) USC, USA, 1986
•    Ph.D. (Engineering) USC, USA, 1987
   

Riwayat Pekerjaan Profesional:
•    Guru Besar dalam Ilmu Ekonomi dan Pengelolaan Lapangan Migas pada Fakultas Ilmu Kebumian dan Tekmira, ITB (2004-sekarang)
•    Sekretaris Komisi Permasalahan Bangsa, Majelis Guru Besar Institut Teknologi Bandung (2006-sekarang)
•    Ketua Kelompok Keahlian Pemboran, Produksi dan Manajemen Migas FIKTM, ITB (2005-2007)
•    Pengajar Jurusan Teknik Perminyakan, ITB ( 1976-sekarang)
•    Pengajar Pasca Sarjana Studi Pembangunan, ITB (1993-sekarang)
•    Pengajar Pasca Sarjana Studi Sumber Daya Mineral, ITB (1989-sekarang)
•    Ketua Pasca Sarjana Studi Pembangunan, ITB (1993-2004)
•    Kepala Kajian Ekonomi Energi pada Pusat Penelitian Energi (PPE)
•    Kelompok Kajian Pengembangan Energi (KPPE), ITB (1987-2004)
•    Pengajar Pasca Sarjana Teknik Manajemen Industri, ITB (1998-2000)
•    Pemred Jurnal Studi Pembangunan ITB (1998-2000)
•    Anggota Dewan Redaksi Jurnal Ekonomi Lingkungan (1991-1997)
•    Anggota Senat ITB (1994-1997)
•    Konsultan Pertamina untuk Penawaran Kontrak Joint Operation Body (JOB) (1987-1990)
•    Koordinator Penelitian Model Pembangunan Berkelanjutan pada Pusat Antar Universitas untuk Ilmu Ekonomi, Universitas Indonesia (1989-1992)
•    Anggota Pi Epsilon Tau (Honor Student Society) dari Society of Petroleum Engineers (SPE), Penasehat Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) dan Asosiasi Panasbumi Indonesia
•    Dosen Program Magister Teknik Pertambangan dan Teknik Industri, ITB
•    Anngota Dewan Energi Nasional (2009-sekarang)
   

Buku:
•    Migas dan Energi di Indonesia, Permasalahan dan Analisis Kebijakan, 2009
•    Mengenal Pembangunan dan Analisis Kebijakan (2004) dan Manajemen dan Ekonomi Minyak dan Gas Bumi (2002)
•    Koordinator penulisan buku Agenda 21 Sektor Energi untuk Pertambangan Berkelanjutan (2000), UNDP dan KLH, Jakarta



Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com