top
channel
JAKNEWS | FEATURED | TERKINI
Kamis, 5 Januari 2012 - 02:40

Pemuda Pancasila Mau Hilangkan Citra Ormas Preman


Pemuda Pancasila Mau Hilangkan Citra Ormas Preman

TERKAIT

Jakartapress.com - Sering disebut terlibat perkelahian antar Organisasi Massa (Ormas), Pemuda Pancasila (PP) mengatakan tengah berusaha untuk merubah citra agar tidak lagi dipandang sebagai Ormas preman.

Pemuda Pancasila juga mengaku tidak pernah terlibat bentrok dengan Ormas lain kecuali dengan Forum Betawi Rempug (FBR). "Kita mengakui, dulu kita memang dikenal sebagai preman oleh warga, namun kita ingin mengubah stigma itu," kilah Staf ahli MPW PP DKI Jakarta, Toni, Rabu, (4/1/2012).

Toni mengatakan perubahan citra tersebut selalu ditekankan oleh Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soeryosoemarno. Kedepan menurutnya Pemuda Pancasila akan memberi contoh sebagai Ormas yang baik kepada masyarakat dan bukan lagi sebagai Ormas preman. Dia juga mengatakan PP selalu menanamkan kepada anggotanya untuk tidak berbuat onar, bahkan jika ada anggotanya yang terbukti bersalah maka akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan organisasi.

"Tentu kita kenai sanksi sebagaimana aturan organisasi. Karena kita sudah menjadi sebagai Ormas yang sebelumnya OKP dan memiliki Lembaga Penyuluhan Pembelaan Hukum (LPPH), ini sebagai tanda kalau kita ingin mendidik anggota sebagai contoh di masyarakat," katanya.

Selain mengubah citra di masyarakat luas, Toni juga mengatakan jika Ormasnya tersebut akan lebih menjaga hubungan baik dengan Ormas-Ormas lain yang saat ini sudah terbangun. Staff ahli MPW PP DKI Jakarta itu juga mengakui selain dengan FBR, Ormasnya tidak pernah punya masalah dan terlibat bentrokan dengan Ormas lain.

"Hubungan kita baik-baik saja dengan ormas-ormas lain, kita bersatu dengan FORKABI, Kembang Latar, kecuali dengan '3 huruf' itu. Kita sering melakukan silaturahim antar ormas. PP menanamkan kepada seluruh anggotanya untuk tidak berbuat onar atau anarkis, baik beratribute maupun tidak. Selain itu, bagi kita kenal sehari aja sudah bersaudara, gak ada lagi 'lu-gua, lu-gua'. Sebagai umat, menjalin persaudaraan itu sangat penting dan dibutuhkan," jelasnya.

Terkait dengan bentrokan yang terjadi beberapa waktu terakhir, Toni menegaskan bukan Ormasnya yang memulai. Namun dia mengatakan tidak akan diam jika diusik terlebih dahulu. "Insiden kan berawal dari anggota Sapma kita yang diculik beberapa tahun lalu di Tangerang, kemudian menjalar ke wilayah Jakarta Barat. Lalu wilayah Jakarta Timur, baru belakangan ini di Jakarta Selatan," ujarnya.

Lebih jauh Toni mengatakan pemicu bentrokan bisa berawal dari pencopotan atribut hingga masalah lahan. Selama ini menurutnya PP cenderung berusaha mengalah, namun pada akhirnya dia tidak bisa mencegah jika ada anggotanya yang terpancing dan melawan.

"Kita sudah meminimalisir untuk terjadinya bentrok, dengan tidak memasang bendera dan tidak bergagahan ketika beratribute. Tapi kalau ada anggota yang akhirnya kepancing emosinya ya mau bagaimana," ucapnya.

Kedepan, dia berharap semua Ormas yang ada khususnya di wilayah DKI Jakarta bisa berjalan bersama, dan saling menghormati. Menurutnya perbedaan atau pun masalah yang ada sebaiknya tidak perlu dibesar-besarkan, karena pada dasarnya semua mempunyai tujuan yang sama.

"Kita mau tidak usah ada bentrokan lagi, kita sama-sama saja, kalau ada masalah ya selesaikan secara baik-baik. Tujuan kita kan sama mendukung pembangunan," paparnya. (Inil/ari)






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com

DMCA.com